Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan
, , , ,

Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank di Indonesia

Hallo Cendekiawan Muda! artikel kali ini berisi penjelasan terkait apa aja sih Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank beserta contoh dan jenisnya yang ada di Indonesia. Simak dengan baik, berikut penjelasannya.



Lembaga Keuangan Bank


Menurut Kasmir dalam bukunya bank dan lembaga keuangan lainnya pada tahun 2012 dia menyatakan bahwa salah satu tolak ukur kemajuan suatu negara itu adalah dari kemajuan ekonominya dan tulang punggung dari kemajuan ekonomi itu adalah bisnis. Tentu saja tidak ada sebuah bisnis yang dapat beroperasi tanpa membutuhkan dana atau modal usaha sekecil apapun, nah kebutuhan dana ini dapat diperoleh perusahaan melalui sebuah lembaga keuangan bank.

Lalu apa itu lembaga keuangan bank?

1.    Menurut Kasmir (2012) lembaga keuangan bank itu merupakan lembaga keuangan yang memberikan jasa keuangan yang paling lengkap mulai dari menyalurkan dana atau memberikan pinjaman serta menghimpun dana dalam bentuk simpanan

2.    Menurut SK Menteri Keuangan RI No. 792 tahun 1990 lembaga keuangan bank itu merupakan semua badan usaha yang berada disuatu bidang keuangan yang melakukan suatu penghimpunan dana, menyalurkan dana kepada masyarakat dan yang paling utama di dalam memberikan biaya investasi pembangunan

Lembaga keuangan itu digolongkan menjadi dua golongan besar yaitu lembaga keuangan bank atau yang biasa kita sebut dengan bank dan lembaga keuangan bukan bank.


Jenis Lembaga Keuangan Bank


Dalam praktik usahanya bank terdiri dari tiga jenis yang pertama adalah bank sentral yang kedua adalah bank umum dan yang ketiga adalah bank perkreditan rakyat atau biasa disebut dengan BPR:

1.    Bank Sentral yang ada di Indonesia itu dilaksanakan oleh Bank Indonesia nah Bank Indonesia ini sebagai Bank Sentral yang berfungsi sebagai bank sirkulasi, Bank to bank, serta leader of the last Resort. Bank sentral dalam melaksanakan tugasnya itu bertujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai uang nah tugas untuk mencapai tujuan tersebut ditetapkan dalam tiga pilar yang pertama adalah menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, yang kedua menjaga dan mengatur kelancaran sistem pembayaran dan ketiga adalah stabilitas sistem keuangan.

2.    Bank umum adalah bank yang memberikan pelayanan seluruh jasa-jasa perbankan kepada seluruh lapisan masyarakat baik individu maupun kelompok nah bank umum juga dikelompokkan menjadi dua, yang pertama adalah bank umum devisa dan yang kedua adalah bank umum non devisa. Bank umum devisa memiliki produk yang lebih banyak dibandingkan dengan bank umum non devisa, misalnya adalah bank umum devisa dapat melaksanakan jasa-jasa keuangan yang berhubungan dengan seluruh mata uang asing atau jasa bank keluar negeri.

3.    Bank perkreditan rakyat atau BPR merupakan bank yang melayani masyarakat kecil yang ada di kecamatan maupun pedesaan. BPR ini berasal dari peleburan Bang Desa, bank pasar, lumbung desa, bang pegawai dan Bang lainnya nah usaha BPR ini dia menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.

 

Lembaga Keuangan Non Bank 


Lembaga keuangan bukan bank itu adalah badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang keuangan yang secara langsung atau tidak langsung menghimpun dana dengan jalan mengeluarkan surat berharga dan menyalurkannya kepada masyarakat guna membiayai investasi perusahaan perusahaan. Lembaga keuangan nonbank itu melakukan kegiatannya dengan dana yang bersifat jangka panjang namun dalam kegiatan operasinya lembaga keuangan nonbank tidak diperkenankan menerima simpanan dalam bentuk giro, deposito, maupun tabungan dan penyaluran dana biasanya ditujukan kepada masyarakat sebagai sumber dana investasi.


Jenis Lembaga Keuangan Non Bank


1.    Pegadaian

Pegadaian itu sebenarnya sudah ada di Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda nah Pegadaian pada saat itu bertugas membantu masyarakat untuk mendapatkan uang dengan jaminan gadai nah usaha ini mula-mula itu dilakukan oleh pihak swasta namun lama-kelamaan pengelolaannya diambil-alih pemerintah Hindia Belanda yang kemudian dijadikan perusahaan negara dengan nama dinas Pegadaian nah setelah kemerdekaan, pemerintah Indonesia mengambil alih dinas Pegadaian dan mengubah statusnya menjadi perusahaan negara atau PN Pegadaian nah PN Pegadaian kemudian berubah lagi menjadi perusahaan jawatan atau perjan Pegadaian dan yang terakhir kemudian hingga saat ini menjadi PT Pegadaian.

Tujuan utama usaha Pegadaian itu adalah untuk mengatasi agar masyarakat yang sedang membutuhkan uang tidak jatuh ketangan rentenir yang bunganya relatif tinggi. Pegadaian akan memberikan pinjaman kepada masyarakat dengan jaminan barang-barang berharga, seperti emas, perak, intan, berlian, mutiara, mobil, sepeda motor, televisi, computer, kulkas, mesin jahit dan lain sebagainya. Selain gadai, Pegadaian juga memiliki kegiatan usaha lainnya seperti melayani jasa taksiran nilai riil barang-barang berharga milik masyarakat, melayani jasa titipan barang-barang berharga milik masyarakat, memberikan kredit kepada karyawan yang memiliki penghasilan tetap, dan ikut serta bekerjasama dengan pihak ketiga misalnya dalam pembangunan perkantoran.

 

2.    Sewa guna usaha atau yang biasa disebut dengan leasing

Perusahaan leasing atau perusahaan sewa guna usaha itu adalah perusahaan yang kegiatan utama perusahaannya itu memberikan jasa pembiayaan untuk keperluan barang-barang modal yang diinginkan oleh nasabah.

Menurut The Equipment Leasing Association, leasing adalah suatu kontrak antara lessor dengan lesse untuk penyewaan suatu jenis barang atau aset tertentu langsung dari pabrik atau agen penjual oleh lesse nah hak kepemilikan barang tersebut tetap pada lessor nah terkadang kalau seandainya orang membeli secara kredit motor atau mobil terus enggak mampu untuk bayar atau ada hambatan maka barangnya bisa ditarik oleh pemberi sewa itu, nah lesse hanya memiliki hak pakai atas barang tersebut dengan membayar sewa dengan jumlah dana dan jangka waktu yang sudah ditetapkan nah nanti hak kepemilikannya akan menjadi hak lesse kalau dia sudah melunasinya.

 

3.    Koperasi simpan pinjam

Koperasi simpan pinjam itu adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat oleh sebab itu koperasi simpan pinjam termasuk kedalam lembaga keuangan.

Koperasi bertujuan untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan undang-undang Dasar 1945.

Koperasi simpan pinjam memiliki tiga prinsip utama, yang pertama adalah Swadaya maksudnya adalah bahwa koperasi simpan pinjam memperoleh tabungan hanya dari anggotanya saja, yang kedua prinsip setiakawan maksudnya pinjaman yang diberikan oleh koperasi simpan pinjam hanya ditujukan kepada anggotanya, dan yang ketiga adalah pendidikan dan penyadaran prinsip pendidikan dan penyadaran diarahkan untuk membangun watak, jadi hanya yang berwatak baik yang dapat diberikan pinjaman.

Untuk sumber dana koperasi simpan pinjam itu dapat berasal dari kekayaan bersih dan pinjaman atau utang. Kekayaan bersih koperasi simpan pinjam itu bersumber dari simpanan wajib, simpanan sukarela, cadangan umum, serta sisa hasil usaha (SHU) tahun berjalan dan pinjaman atau utang Koperasi itu biasanya diperoleh dari tabungan, simpanan berjangka, dan pinjaman yang diterima koperasi simpan pinjam.

 

4.    Asuransi

Biasanya orang-orang untuk menanggung resiko-resiko yang tidak diinginkan di masa depan itu memerlukan suatu perusahaan yang bersedia untuk menanggung resiko itu nah perusahaan yang bersedia untuk menanggung resiko tersebut adalah perusahaan asuransi.

Perusahaan asuransi itu adalah perusahaan yang kegiatan usahanya melakukan pertanggungjawaban atau pertanggungan terhadap resiko-resiko yang akan dihadapi oleh nasabahnya.

Lalu apa itu asuransi? menurut undang-undang nomor 2 tahun 1999 tentang usaha perasuransian, asuransi merupakan perjanjian antara dua pihak atau lebih, dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak yang mungkin akan diderita tertanggung yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Perjanjian antara pihak tertanggung dan pihak penanggung itu tertuang dalam polis asuransi nah dalam polis asuransi itu disebutkan syarat-syarat, hak/kewajiban masing-masing pihak, jumlah uang yang dipertanggungkan, jangka waktu asuransi, serta premi yang harus dibayar. Premi yang harus dibayar itu sebelumnya ditaksir terlebih dahulu dengan nilai Resiko yang akan dihadapi.

Jenis-jenis asuransi asuransi di Indonesia itu dapat digolongkan menjadi dua jenis yang pertama ditinjau dari fungsinya dan yang kedua adalah ditinjau dari kepemilikannya:

 

Ditinjau dari fungsinya itu terdiri dari tiga jenis yaitu:

a.    asuransi kerugian

asuransi kerugian itu adalah perusahaan asuransi yang usahanya memberikan jasa untuk menanggulangi resiko atas kerugian kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga dari suatu peristiwa yang tidak pasti.

b.    asuransi jiwa

asuransi jiwa itu adalah perusahaan asuransi yang berkaitan dengan penanggulangan jiwa atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan

c.     asuransi sosial

asuransi sosial ini merupakan asuransi yang penyelenggaraannya didasarkan pada peraturan perundang-undangan sendiri ia bersifat wajib serta didalamnya terkandung tujuan tertentu dari pemerintah untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat atau sebagian anggota masyarakat

 

Ditinjau dari kepemilikannya asuransi terdiri dari empat jenis:

a.    asuransi milik pemerintah

asuransi milik pemerintah itu adalah asuransi yang sahamnya sebagian besar atau seluruhnya dimiliki oleh pemerintah

b.    asuransi milik swasta nasional

asuransi milik swasta nasional adalah asuransi yang sahamnya dimiliki oleh swasta nasional

c.     asuransi milik perusahaan asing

asuransi milik perusahaan asing adalah asuransi dimiliki oleh pihak asing

d.    asuransi milik campuran

asuransi milik campuran itu merupakan asuransi yang sahamnya dimiliki oleh swasta nasional dan pihak asing

 

5.    Pasar modal

Pasar modal itu mirip seperti pasar pada umumnya yaitu Tempat bertemunya antara penjual dan pembeli. Menurut undang-undang nomor 8 tahun 1995, pasar modal merupakan kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan Perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.

 

Peran Pasar Modal:

a.    sebagai intermediasi selain Bank

b.    memungkinkan para pemodal menginvestasikan dananya pada kegiatan yang menguntungkan

c.     memungkinkan kegiatan bisnis mendapatkan dana dari pihak luar dalam rangka perluasan usaha

d.    memungkinkan kegiatan bisnis untuk memisahkan operasi bisnis dan ekonomi dari kegiatan keuangan

e.    memungkinkan para pemegang surat berharga memperoleh dana lancar atau likuiditas dengan menjual surat-surat berharga yang dimiliki kepada pihak lain

 

Instrumen yang diperjualbelikan di pasar modal:

a.    saham

saham itu adalah tanda bukti penyertaan kepemilikan modal atau dana pada suatu perusahaan dan di perusahaan itu saham terbagi menjadi dua jenis yaitu saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock)

b.    obligasi

obligasi itu merupakan surat perjanjian atau kontrak antara investor dengan perusahaan yang isinya menyatakan bahwa investor telah meminjamkan sejumlah uang kepada perusahaan

c.     instrumen derivatif

instrumen derivatif itu merupakan instrumen atau efek turunan dari efek utama yang sifatnya penyertaan dan merupakan sebuah perjanjian penukaran pembayaran atau kontrak bilateral.

d.    reksadana

reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat atau investor yang dikelola oleh badan hukum yang bernama manajer investasi.

 

6.    Pasar valuta asing

Banyak perusahaan di dalam negeri yang menggunakan bahan-bahan baku dari luar negeri dan Untuk pembayarannya itu perusahaan dalam negeri harus menukarkan uang rupiahnya ke dalam mata uang negara tersebut nah Hal ini bertujuan agar nilai dari pembayaran tersebut sama dengan nilai yang dikehendaki oleh negara tersebut nah tempat penukaran uang itu disebut pasar valuta asing.

Dalam buku bank dan lembaga keuangan lainnya dijelaskan bahwa pasar valuta asing merupakan pasar dimana transaksi valuta asing dilakukan baik antar negara maupun dalam suatu negara.

 

Fungsi Pasar Valuta Asing:

a.    mempermudah pertukaran valuta asing dan pemindahan dana dari satu negara ke negara lainnya

b.    mempermudah dilaksanakannya perjanjian jual-beli dengan kredit

c.     memungkinkan dilakukannya hedging (hedging itu adalah kesempatan bagi pedagang untuk melindungi diri dari kemungkinan terjadinya rugi walaupun ia sedang melakukan transaksi)

 

7.    Perusahaan anjak piutang

Banyak perusahaan yang mengalami hambatan-hambatan dalam usahanya salah satunya itu adalah jika terjadi atau terdapat kredit yang macet atau piutang piutang yang belum dilunasi oleh pelanggannya nah hal ini itu harus segera diatasi agar perusahaan tidak mengalami kerugian yang lebih besar lagi. Untuk mengatasi masalah kredit ini maka perusahaan perlu menyerahkan kepada perusahaan yang sanggup untuk mengatasinya dan perusahaan yang sanggup itu adalah perusahaan anjak piutang.

Apa itu perusahaan anjak piutang? Perusahaan anjak piutang atau yang lebih dikenal dengan nama factoring itu merupakan perusahaan yang kegiatannya melakukan penagihan atau pembelian atau pengambilalihan atau pengelolaan utang piutang suatu perusahaan dengan imbalan atau pembayaran tertentu milik perusahaan. Menurut keputusan menteri Keuangan No. 1251/KMK.013/1988 pada tanggal 20 desember 1988 mengatakan bahwa anjak piutang itu adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dan transaksi perdagangan dalam atau luar negeri.

 

Pihak-pihak yang terlibat dalam anjak piutang:

a.    kreditor atau klien

merupakan perusahaan yang menyerahkan tagihannya kepada pihak anjak piutang untuk ditagih atau dikelola atau diambil alih dengan cara dikelola atau dibeli sesuai kesepakatan yang pernah dibuat

b.    perusahaan anjak piutang atau factoring

merupakan perusahaan yang akan mengambil alih atau mengelola piutang atau penjualan kredit debitur nya

c.     debitur

ini adalah nasabah yang memiliki masalah utang kepada kreditur atau client.

 

8.    Modal ventura

Saat ini banyak masyarakat yang memikirkan pentingnya investasi untuk masa depan baik investasi jangka menengah maupun jangka panjang masyarakat yang berinvestasi tentunya menginginkan investasi yang resikonya itu paling minimal, apabila resikonya tinggi itu akan sulit mencari investor yang mau melakukannya, namun ada suatu perusahaan yang berani melakukan investasi yang dimana investasi tersebut memiliki resiko yang cukup tinggi yaitu adalah modal ventura. Tujuan didirikannya modal ventura itu melakukan penanaman modal dalam suatu usaha yang mengandung resiko tinggi.

Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 61 tahun 1988 tentang lembaga keuangan pembiayaan, modal ventura itu merupakan badan usaha yang melakukan suatu pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan.

 

Jenis pembiayaan yang dilakukan oleh modal ventura:

a.    equity financing

merupakan jenis pembiayaan langsung dimana perusahaan modal ventura melakukan penyertaan modal langsung kepada perusahaan pasangan usaha atau PPU dengan cara mengambil bagian saham dari saham milik PPU

b.    semi equity financing

merupakan pembiayaan dengan membeli obligasi konversi yang diterbitkan oleh perusahaan PPU

c.     mendirikan perusahaan baru

perusahaan modal ventura bersama-sama dengan PPU mendirikan usaha yang baru

d.    bagi hasil

pembiayaan ini merupakan pembiayaan berupa pembiayaan kepada usaha kecil yang belum memiliki bentuk badan hukum, PT atau perseroan terbatas.

 

9.    Dana pensiun

Pemberian dana pensiun kepada para karyawan itu tidak hanya memberikan kepastian penghasilan di masa depan namun juga ikut memberikan motivasi kepada para karyawan untuk lebih giat bekerja.

Apa sih dana pensiun? pensiun itu merupakan hak seseorang untuk memperoleh penghasilan setelah bekerja sekian tahun dan sudah memasuki usia pensiun atau ada sebab-sebab lain sesuai dengan perjanjian. Penghasilan dalam hal ini biasanya diberikan dalam bentuk uang dan besarnya sesuai dengan peraturan yang ditetapkan.

Menurut pasal 1 butir 1 undang-undang Nomor 11 tahun 1992 tentang dana pensiun, dana pensiun adalah lembaga atau badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pension.

Jenis-jenis dana pensiun berdasarkan undang-undang nomor 11 tahun 1992 tentang dana pensiun digolongkan menjadi dua jenis yang pertama adalah Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) dan yang kedua adalah Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).


Begitulah pentingnya mempelajari Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank di Indonesia. Hal dasar ini dapat diaplikasikan untuk pemahaman teman-teman di kehidupan sehari-hari.

Sekian artikel Kamus Cendekia pada kesempatan kali ini, harapannya semoga bagi siapapun itu khususnya para Cendekiawan Muda dalam menjalankan apapun dapat berjalan dan berhasil sukses sesuai dengan yang diharapkan.


Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!! ðŸ˜Š

 

Berikan komentar dan pendapat kalian pada kolom di bawah ini. Terima kasih. ðŸ˜‰ðŸ‘‡

Continue reading Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank di Indonesia
, ,

Konsep Akuntansi dan Siklusnya

Hallo Cendekiawan Muda! artikel kali ini berisi penjelasan terkait pemahaman bagaimana konsep akuntansi dan siklusnya dalam suatu perusahaan. Simak dengan baik, berikut penjelasannya.



KONSEP AKUNTANSI


Akuntansi didefinisikan sebagai sebuah proses identifikasi, pencatatan, pengukuran, pengklasifikasian, dan pengikhtisaran atas semua transaksi dan aktivitas keuangan, penyajian laporan, serta penginterpretasian atas hasilnya.

Akuntansi memiliki arti memperhitungkan atau mempertanggungjawabkan pengelolaan perusahaan kepada pemilik perusahaan. Menurut American Accounting Association, akuntansi merupakan proses mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi. 

Pelaporan tersebut bertujuan untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas serta tegas bagi yang menggunakan informasi keuangan tersebut. 

Dilansir dari buku Accounting Theory: Conceptual Issues in a Political and Economic Environment Ninth Edition (2017) karya Harry I Wolk, akuntansi sering disebut sebagai bahasa bisnis. 

Tujuan akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi suatu perusahaan. Informasi tersebut berguna bagi pihak-pihak dalam perusahaan. Perusahaan harus menetapkan suatu pencatatan, penggolongan, analisis, dan pengendalian transaksi serta kegiatan keuangan, kemudian melaporkan hasilnya.

Proses akuntansi akan mengolah semua transaksi dan aktivitas keuangan yang ada di setiap entitas. Proses tersebut kemudian menghasilkan informasi dalam bentuk laporan keuangan yang akan digunakan dalam proses evaluasi dan pengambilan keputusan manajerial yang kemudian akan mempengaruhi pelaksanaan pengelolaan keuangan entitas pada periode berikutnya. Jadi, input dari proses akuntansi adalah transaksi dan ouputnya berupa laporan keuangan.


PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI


Berdasarkan definisi akuntansi di atas, langkah pertama melakukan identifikasi. Identifikasi dilakukan untuk menganalisis tiap transaksi atau aktivitas keuangan yang ada dengan menjawab pertanyaan akun (kode rekening) apakah yang terpengaruh? dan bagaimana pengaruhnya terhadap akun tersebut?. Untuk mempermudah proses identifikasi transaksi dapat digunakan alat analisis yang disebut dengan persamaan akuntansi.

Persamaan akuntansi merupakan gambaran dari posisi keuangan entitas (Neraca) dimana sisi kiri menggambarkan harta yang dimiliki oleh entitas, sedangkan sisi kanan menggambarkan status atau darimana harta tersebut berasal.

ASET = KEWAJIBAN + EKUITAS

Aset merupakan sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh entitas. Yang termasuk dalam aset antara lain adalah Kas, Piutang, Persediaan, Aset Tetap, dan lain sebagainya.

Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah daerah. Kewajiban dapat dibagi menjadi Kewajiban Jangka Panjang yang jatuh temponya lebih dari satu tahun dan Kewajiban Jangka Pendek yang jatuh temponya kurang dari satu tahun.

Ekuitas merupakan kekayaan bersih pemerintah daerah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah daerah. Pendapatan yang diperoleh entitas akan menambah Ekuitas, sedangkan adanya Beban akan mengurangi Ekuitas.

Persamaan akuntansi ini bukanlah merupakan alat pencatatan transaksi, melainkan hanya sebuah alat bantu untuk memudahkan identifikasi transaksi. Alat pencatatan transaksi sebenarnya yang akan digunakan adalah jurnal. Pemahaman akan persamaan akuntansi ini akan memudahkan dalam menyusun jurnal.


DEFINISI SIKLUS AKUNTANSI


Siklus akuntansi merupakan serangkaian tahapan yang harus dilalui untuk merubah input berupa transaksi sehingga menghasilkan ouput berupa laporan keuangan. Siklus akuntansi secara sederhana digambarkan oleh bagan berikut.

Siklus Akuntansi secara khusus diartikan sebagai proses berulang untuk melakukan identifikasi, analisis, dan merekam setiap kegiatan akuntansi dalam sebuah perusahaan. Siklus dalam kegiatan akuntansi ini terjadi dalam kurun waktu satu tahun. 

Dalam kurun waktu tersebut, semua prinsip, kaidah, metode, hingga teknik-teknik dalam akuntansi digunakan untuk mencatat segala kegiatan akuntansi perusahaan. Umumnya, siklus ini dimulai pada awal tahun dengan pembukaan pembukuan dan ditutup dengan jurnal penutup. 

Proses akuntansi ini dilakukan berkesinambungan dan berulang selama perusahaan masih aktif. Hal ini kemudian menjadikan proses-proses tersebut sebuah siklus. Adanya siklus ini dapat membantu pemilik perusahaan dalam melakukan analisis terkait kondisi keuangan perusahaan yang dimilikinya.


TAHAPAN SIKLUS AKUNTANSI


Prinsip-prinsip dan kaidah akuntansi, prosedur-prosedur, metode-metode serta teknik-teknik dari segala sesuatu yang dicakup dalam ruang lingkup akuntansi dicatat dalam suatu periode tertentu.

Pada umumnya, siklus akuntansi selalu dimulai dari transaksi sampai pada pembuatan laporan keuangan perusahaan. Dilanjutkan dengan adanya saldo yang ditutup dengan jurnal penutup atau sampai pada jurnal pembalik.


Definisi Siklus Akuntansi Adalah 02 - Finansialku


Sebagai sebuah siklus, proses akuntansi juga memiliki berbagai tahapan yang harus dilalui secara berurutan. Tujuan dalam siklus ini adalah untuk memberikan suatu informasi akuntansi yang tepat sehingga dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan. Untuk mencapai tujuan tersebut, tahapan-tahapan dalam siklus akuntansi adalah sebagai berikut:


1. Identifikasi Transaksi

Identifikasi setiap transaksi menjadi tahapan pertama dalam siklus ini. Kegiatan identifikasi ini harus dilakukan secara tepat oleh akuntan yang bisa dilakukan dengan cara melakukan pencatatan setiap transaksi yang terjadi. 

Transaksi akuntansi yang dicatat merupakan setiap transaksi yang memiliki dampak secara langsung pada perubahan kondisi keuangan perusahaan dan dinilai secara objektif. Transaksi yang terjadi juga harus memiliki bukti-bukti transaksi agar bisa dilakukan identifikasi. 

Bukti transaksi ini bisa berupa kuitansi, faktur, nota, atau bukti lainnya yang dianggap sah dalam dunia akuntansi. Oleh sebab itu, setiap transaksi akuntansi sebaiknya menggunakan bukti transaksi yang sehingga bisa dicatat dan diidentifikasi oleh akuntan, terutama transaksi yang berkaitan dengan perubahan kondisi keuangan perusahaan.


2. Analisis Transaksi

Setelah tahapan identifikasi, akuntan kemudian harus melakukan analisis terhadap transaksi tersebut tentang pengaruhnya terhadap kondisi keuangan perusahaan. Sistem pencatatan akuntansi dalam perusahaan selalu menggunakan double-entry system.

Artinya, setiap transaksi akuntansi yang terjadi akan memberikan pengaruh pada posisi keuangan di debet dan kredit dan harus dalam jumlah yang sama besarnya. Secara matematis, umumnya akuntansi menggunakan persamaan:

Aktiva = Kewajiban + Ekuitas dalam melakukan analisis dan perhitungan transaksi yang terjadi. Sebagai ilustrasi, sebuah perusahaan mendapatkan investasi uang tunai sebesar Rp 1.000.000,-, peralatan dan perlengkapan sebesar Rp 500.000,-.

Transaksi tersebut bisa dianalisis bahwa terjadi penambahan kas, perlengkapan, dan peralatan sebesar Rp 1.500.000,-. Penambahan tersebut berarti menambah modal perusahaan sebesar Rp 1.500.000,- karena semua transaksi tersebut merupakan bagian dari modal perusahaan.


3. Pencatatan Transaksi dalam Jurnal

Setelah akuntansi melakukan analisis transaksi, maka tahapan selanjutnya adalah dengan mencatat semua transaksi ke dalam sebuah jurnal keuangan. Dalam ilmu akuntansi, jurnal diartikan sebagai sebuah catatan kronologis selama satu periode tentang transaksi-transaksi yang terjadi. Proses memasukkan informasi tersebut disebut penjurnalan.

Dalam proses penjurnalan, setiap transaksi dibagi ke dalam dua bagian: Debit dan Kredit. Pencatatan ini bisa dilakukan dalam sebuah Jurnal Umum.

Pencatatan harus dilakukan dengan berurutan dan teliti, tanpa ada transaksi yang terlewatkan. Sehingga pada masa akhir akan didapatkan jumlah debit dan kredit yang sama besarnya.


4. Posting Buku Besar

Posting adalah aktivitas memindahkan catatan di buku jurnal ke dalam buku besar sesuai dengan jenis transaksi dan nama perkiraan masing-masing.

Sementara buku besar adalah kumpulan dari semua perusahaan yang saling berhubungan satu dengan lainnya dan merupakan suatu kesatuan.

Setelah di catatan ke dalam sebuah jurnal, akuntansi kemudian memindahkan semua transaksi ke dalam buku besar. Secara umum, buku besar dapat diartikan sebagai kumpulan rekening pembukuan yang berisikan informasi aktiva tertentu yang dicatat dalam satu periode. Dalam sebuah perusahaan dipastikan memiliki berbagai daftar rekening buku besar.

Masing-masing rekening yang ada dalam buku besar tersebut diberi nomor-nomor kode tertentu. Tujuannya adalah memudahkan ketika proses identifikasi dalam jurnal tersebut.

Selain itu, akuntan juga akan lebih mudah dalam melakukan pengecekan ulang atau melihat referensi  terkait dengan transaksi yang terjadi jika sudah tercatat dalam buku besar.


5. Menyusun Neraca Saldo dan Jurnal Penyesuaian

Tahapan selanjutnya dalam siklus akuntansi yang dilakukan oleh seorang akuntan adalah menyusun neraca saldo dan jurnal penyesuaian. Neraca saldo berisikan daftar saldo dari masing-masing rekening pada buku besar pada periode tertentu. 

Dalam menuliskan neraca saldo, saldo yang terdapat dalam buku besar disatukan dan harus dalam kondisi sama jumlahnya. Bila dalam suatu kondisi ternyata terdapat transaksi yang belum tercatat atau ditemukan ada kesalahan dalam neraca saldo, maka akuntan wajib untuk melakukan pencatatan dalam jurnal penyesuaian. 

Penyusunan Jurnal penyesuaian ini bersifat periodik dan prosesnya juga sama dengan penjurnalan pada umumnya. Setelah dicatat dalam Jurnal Penyesuaian, maka hasil laporan keuangannya menjadi aktual.

Jurnal penyesuaian dilakukan apabila ada kesalahan pada penjurnalan dan posting atau memastikan biaya dan pendapatan benar-benar telah dicatat pada periode yang benar.

Yang umum dibuat ayat penyesuaian adalah:

  • Koreksi kesalahan penjurnalan.
  • Penyusutan aset tetap.
  • Penyesuaian sewa dibayar di muka yang berubah menjadi beban sewa karena manfaatnya telah digunakan atau dilampaui.
  • Perlengkapan yang berubah menjadi beban perlengkapan karena telah habis dipakai.
  • Pendapatan diterima di muka yang dihapus menjadi pendapatan jasa sesuai dengan produk jasa yang telah dijual.
  • Dan lain sebagainya.

6. Penyusunan Neraca Saldo Penyesuaian dan Laporan Keuangan

Tahapan berikutnya dalam siklus akuntansi adalah penyusunan Neraca Saldo Penyesuaian dan Laporan Keuangan. Neraca Saldo Penyesuaian dibuat dengan berdasarkan pada buku Neraca Saldo yang sudah dibuat sebelumnya dengan memperhatikan Jurnal Penyesuaian. 

Neraca saldo disesuaikan ini menjadi sumber data dasar untuk menyusun laporan keuangan.

Setelah disusun ayat penyesuaian atas akun-akun tertentu, akun-akun yang bersangkutan tersebut pasti mengalami perubahan nilai atau nominal. Sehingga nilai saldonya perlu disesuaikan kembali dengan menyusun neraca saldo setelah penyesuaian.

Teknisnya dengan menjumlahkan atau mengurangkan akun-akun penyesuaian dengan saldonya pada neraca saldo.

Saldo-saldo tersebut terbagi ke dalam kelompok aktiva dan pasiva sesuai dengan statusnya. Kemudian disusun hingga jumlah saldo keduanya sama besar. Yang perlu diperhatikan dalam penyusunan Neraca Saldo Penyesuaian ini adalah jumlah saldo pada Aktiva maupun Pasiva berjumlah sama besar. 

Bila tidak, maka terjadi kesalahan dalam perhitungan dan tidak bisa dibuat Laporan Keuangannya. Laporan Keuangan ini dibuat setelah jumlah saldo Aktiva dan Pasiva pada buku Neraca Saldo berjumlah sama besar. 

Dalam Laporan Keuangan disusun beberapa laporan seperti laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas, dan neraca yang menghitung likuiditas, solvensi, dan fleksibilitas serta catatan atas laporan keuangan. Selanjutnya, akuntan masuk ke dalam tahapan terakhir yakni pembuatan Jurnal Penutup.

Akun-akun yang ada pada neraca saldo setelah penyesuaian dipindahkan ke laporan keuangan sesuai dengan laporan keuangannya.

Laporan Neraca

Laporan neraca adalah laporan yang berisi posisi keuangan perusahaan meliputi aset, utang dan modal pada periode akuntansi tertentu.

Menyusun laporan neraca ini sangat mudah yaitu dengan mengambil data dari neraca lajur kolom neraca dan menyusunnya pada lembar neraca yang sesuai berdasarkan bagian-bagian yang terdapat dalam neraca.

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah laporan yang menyajikan perhitungan atas semua pendapatan dan biaya perusahaan.

Laporan ini  terdiri dari seluruh pendapatan yang diperoleh perusahaan dikurangi dengan semua beban yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut.

Menyusun laporan laba rugi juga sama mudahnya dengan neraca. Dengan mengambil data dari neraca lajur kolom akun pendapatan dan beban usaha yang dikeluarkan perusahaan.

Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal adalah laporan yang menyajikan perubahan posisi modal perusahaan.

Perubahan tersebut terjadi karena penambahan (tambahan modal disetor) atau pengurangan investasi (prive) dari pemilik modal perusahaan. Kemudian hasilnya ditambah dengan laba atau dikurangi rugi perusahaan dari laporan laba rugi.

Nantinya, dapat diketahui berapa jumlah modal perusahaan pada akhir periode akuntansi.

Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah laporan yang menyajikan aliran dana kas masuk dan keluar perusahaan pada aktivitas investasi, operasional, dan pendanaan dalam satu periode akuntansi tertentu.

Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan atas laporan keuangan yaitu laporan tambahan yang berisi informasi yang lebih rinci atas akun tertentu.

Tujuannya adalah untuk memberikan nilai yang lebih komprehensif atas laporan keuangan perusahaan. Dalam catatan ini, biasanya terdapat informasi metode pencatatan akuntansi yang digunakan.


7. Menyusun Jurnal Penutup

Tahapan terakhir dalam siklus ini adalah penyusunan Jurnal penutup oleh seorang akuntan. Jurnal Penutup ini disusun pada akhir periode akuntansi dengan cara menutup rekening nominal atau rekening laba rugi. Untuk menutup kedua rekening tersebut, caranya bisa dengan membuat nihil nilai rekening tersebut.

Tujuan melakukan penutupan rekening ini adalah untuk melihat aliran pada sumber selama periode akuntansi tersebut berjalan dan menghindari terjadinya perhitungan ulang pada periode akuntansi berikutnya. Jadi, yang ditutup meliputi akun-akun pendapatan, beban dan perubahan modal. Setelah rekening tersebut ditutup, Jurnal Penutup ini bisa digunakan untuk mengukur setiap kegiatan yang telah dilaksanakan selama periode tersebut.

Pada periode selanjutnya, Jurnal Penutup bisa membantu untuk memulai kembali dalam siklus akuntansi selanjutnya.


8. Menyusun Neraca Saldo Setelah Penutupan dan Jurnal Pembalik

Tahapan pada siklus proses akuntansi dalam satu periode sebelumnya sudah bisa diakhiri dengan pembuatan jurnal penutup. Proses penyusunan Neraca Saldo dan Jurnal Pembalik ini bersifat opsional, boleh dilakukan atau tidak.

Neraca Saldo pada tahap ini berisikan saldo rekening permanen dari rekening buku besar setelah Jurnal Penutup. Tujuan dari neraca ini adalah untuk melihat apakah akun telah seimbang (balance) untuk selanjutnya memulai kegiatan akuntansi pada periode baru.

Teknisnya dengan menyusun akun-akun yang masih memiliki nilai saldo setelah dilakukan penutupan.

Sementara Jurnal Pembalik dibuat agar proses pencatatan beberapa transaksi tertentu, terutama yang selalu berulang, bisa lebih sederhana.

Jurnal pembalik ini sifatnya optional saja, jadi tidak harus dibuat. Hanya untuk transaksi tertentu jurnal pembalik harus dibuat.

Contohnya untuk transaksi pendapatan diterima dimuka saat penjurnalan langsung dijurnal sebagai pendapatan atau biaya dibayar dimuka dijurnal sebagai biaya maka harus dibuat jurnal pembaliknya. 

Jurnal pembalik disusun pada awal periode akuntansi baru.

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

Meskipun siklus akuntansi yang digambarkan di atas mengacu pada proses akuntansi dalam sistem akuntansi manual, siklus akuntansi pada dasarnya sama, terlepas dari apakah perusahaan menggunakan sistem akuntansi manual atau sistem informasi akuntansi berbasis komputer.

Perusahaan melaksanakan tahap-tahap siklus akuntansi pada periode akuntansi.

Siklus akuntansi juga pada dasarnya sama, baik untuk perusahaan jasa, perusahaan dagang, maupun perusahaan manufaktur.

Dengan penerapan siklus atau proses akuntansi yang benar, maka kegiatan usaha akan dapat dilakukan dengan efektif.

Selain itu, pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan lebih tepat karena berdasarkan dari informasi keuangan yang riil sehingga pengembangan usaha lebih cepat untuk dilakukan.

Begitulah pentingnya mempelajari Konsep Akuntansi dan Siklusnya bagi seorang entrepreneur yang ingin memulai berbisnis agar bisnisnya dapat berjalan dengan efektif dan sesuai dengan yang diharapkan. Hal dasar ini dapat diaplikasikan untuk pembuatan rencana bisnis yang akan kalian bangun dan sebagai pemahaman sehari-hari dalam pembelajaran kalian.

Sekian artikel Kamus Cendekia pada kesempatan kali ini, harapannya semoga bagi siapapun itu khususnya para Cendekiawan Muda dalam menjalankan apapun dapat berjalan dan berhasil sukses sesuai dengan yang diharapkan.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!! ðŸ˜Š


Berikan komentar dan pendapat kalian pada kolom di bawah ini. Terima kasih. ðŸ˜‰ðŸ‘‡

Continue reading Konsep Akuntansi dan Siklusnya