Tampilkan postingan dengan label Finance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Finance. Tampilkan semua postingan
, , , , , , , , , , , , , ,

Cara Membuat dan Menyusun Rencana Suatu Bisnis Produksi (Business Plan)

Hallo Cendekiawan Muda! artikel kali ini berisi penjelasan terkait bagaimana sih cara teman-teman ketika ada kemauan ingin memulai atau sedang memulai bisnis tapi bingung menyusun rencana bisnis nya (business plan). Simak dengan baik, berikut penjelasannya.

 


Pengertian Bisnis

 

Sebelum masuk ke sana, apa sih yang kita ketahui mengenai pengetian bisnis itu sendiri, Bisnis merupakan kegiatan yang dilakukan perorangan atau kelompok dalam tujuan mendapatkan keuntungan atau laba. Kegiatan bisnis melibatkan aktivitas produksi, penjualan, pembelian barang maupun jasa. Sebelum menjalankan suatu bisnis pasti ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan yang sudah tidak asing lagi pastinya rencana bisnis (business plan).

 

Apa itu Rencana Bisnis (Business Plan)

 

Sebelum kita masuk ke dalam penjelasan yang lebih dalam, alangkah baiknya kita dapat memahami pengertian rencana bisnis (business plan) dan cara menerapkan silsilah dari rencana bisnis itu sendiri. Dalam memulai untuk menyusun suatu bisnis, kita harus membuat suatu rencana bisnis terlebih dahulu. Rencana bisnis ialah dokumen tertulis yang merinci seluk-beluk usaha/bisnis. Diibaratkan seperti peta dalam menjalankan bisnis yang mencakup informasi kondisi kekinian kita seperti apa, lalu hal apa yang akan diharapkan dimasa yang akan datang dalam menjalankan usaha tersebut didalam rencana bisnis kita. Sama halnya dengan bisnis, kita tidak bisa hanya mengandalkan pengetahuan apa yang ada di otak kita, tapi harus dituangkan ke dalam tulisan. Tulisan tersebut berisi apa yang akan dikerjakan, bagaimana cara menyelesaikannya, siapa yang akan menjalankannya, untuk apa kita menjalankan usaha tersebut. Tulisan itulah yang nantinya tertuang di dalam rencana bisnis. Untuk rencana bisnis ini, memiliki pembentukan organisasi baru, produk baru, atau jasa baru yang memiliki beberapa item tersendiri seperti dari sisi waktu, kompleksitas, struktur, dan jangka waktu.

 

Namun, seringkali kita bingung antara rencana bisnis dan perencanaan bisnis. Singkatnya, ketika kita akan membuat usaha baru maka kita butuh rencana bisnis (business plan), tapi ketika kita sudah punya usaha dan ingin lebih baik lagi maka kita sebut sebagai perencanaan bisnis (business planning). Jika diperjelas lagi perbedaannya yaitu dari sisi:


·       Waktu

Rencana bisnis dibuat ketika membentuk usaha/organisasi baru, sedangkan perencanaan bisnis untuk pengembangan organisasi/usaha yang sudah ada.


·       Kompleksitas

Rencana bisnis itu sederhana, sedangkan perencanaan bisnis lebih kompleks dan holistik karena butuh analisis yang matang.


·       Struktur

Rencana bisnis fokus pada 3 hal utama (ide bisnis, pemasaran dan keuangan, sedangkan perencanaan bisnis menyeluruh mencakup pengembangan semua struktur dan fungsi organisasi.


·       Jangka waktu

Rencana bisnis untuk jangka pendek (3-7 tahun), sedangkan perencanaan bisnis jangka panjang (diatas 10 tahun).

 

Mengapa harus membuat Rencana Bisnis (Business Plan)

 

Selanjutnya Mengapa sih kita harus membuat Rencana Bisnis?

Manfaat utama yang diberikan dari rencana bisnis ialah untuk membuat suatu bisnis menjadi lebih terarah dan meminimalisir masalah ketika menghadapi tantangan dalam menjalankannya. Selain itu, rencana bisnis juga dapat menjadi sarana untuk membantu permodalan dengan mengajukan peminjaman modal kepada investor.

Rencana bisnis perlu dibuat tujuannya agar bisnis yang kita jalankan dapat berkembang dan efektif sesuai dengan yang diharapkan. Hal tersebut sesuai dengan suatu pandangan bahwa secara statistik dari 10 jenis usaha baru yang didirikan, kemungkinan hanya 1 yang berhasil dan bisa bertahan dalam jangka waktu kurang lebih 3 tahun.

Mengapa pandangan tersebut muncul? Dikarenakan mereka para entrepreneur kurang dalam mempelajari rencana bisnisnya dengan baik. Jika mereka mempelajari hal tersebut, setidaknya mereka dapat mengantisipasi resiko yang kemungkinan terjadi dari usaha yang mereka dirikan dan beliau juga menyampaikan bahwa “Rencana Bisnis” merupakan langkah awal untuk menjadi wirausaha.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa dengan kita membuat Rencana Bisnis terlebih dahulu sebelum berbisnis itu bermanfaat bagi pengembangan bisnis kita, sebagai berikut:

1. Mengurangi resiko bisnis

2. Kerumitan proses produksi dan transaksi bisnis

3. Pembaca rencana bisnis (investor, lembaga pinjaman, mitra) 

4. Langkah awal menjadi wirausaha

5. Alat bantu dalam mensistemasikan logika bisnis  

 

Menyusun Rencana Bisnis Yang Baik

 

Dalam menyusun Rencana Bisnis yang baik, perlu memperhatikan beberapa hal seperti:

1. Harus memenuhi unsur-unsur yang singkat dan padat

2. Terorganisir rapih dengan penampilan menarik

3. Rencana yang menjanjikan

4. Hindari melebih-lebihkan proyek

5. Kemukakan resiko bisnis yang signifikan

6. Tim terpercaya dan efektif

7. Fokus

8. Target pasar jelas

9. Realistis

10. Spesifik/detail 

 

Hal Mendasar

 

Hal Mendasar yang perlu kita pahami dalam memulai berbisnis, antara lain:

1. Awali dengan ide bisnis 

2. Ide bisnis sebagai jawaban

3. Anda adalah orang yang tepat

4. Cara menghasilkan keuntungan 

5. Siapa pembeli produk anda

6. Dana untuk memulai bisnis

 

Komponen Utama Rencana Bisnis

 

Berikut 4 Komponen Utama dalam Rencana Bisnis:

1. Konsep bisnis: bidang industri, struktur bisnis, penawaran produk/jasa, cara mensukseskan bisnis.

2. Pasar (market): konsumen potensial, alasan pembeli, kondisi persaingan, posisi dalam persaingan.

3. Rencana keuangan: estimasi pendapatan, analisis break event point, cash flow

4. Manajemen dan organisasi: sumber daya manusia, struktur organisasi, uraian tugas

 

Bagaimana Sistematika Rencana Bisnis 

 

1.      Ringkasan eksekutif, Pada bagian pertama, kamu perlu menjelaskan tentang nama, alamat, sampai pada visi misi perusahaan secara ringkas. Jika kamu ingin memulai suatu bisnis produksi, maka kamu dapat menjelaskan hal tersebut di tambah dengan keanekaragaman produk yang ditawarkan, target pemasaran yang diinginkan, serta tim manajemen yang terlibat dalam bisnis tersebut. Terdiri atas: konsep bisnis, misi perusahaan, produk/jasa, persaingan, target dan ukuran pasar, strategi pemasaran, tim manajemen, dan keuangan.

2.      Deskripsi bisnis atau gambaran perusahaan, Di bagian kedua ini berisi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan perusahaan yang akan kamu jalankan nantinya. Adapun isi daripada bagian ini ialah data ringkas perusahaan, susunan pemilik saham, dan status hukum perusahaan. Terdiri atas: identitas perusahaan (nama, lokasi, badan hukum), visi dan misi perusahaan, gambaran sekilas tentang produk/jasa, perkembangan perusahaan hingga saat ini dan status hukum dan kepemilikan.

3.      Strategi pemasaran, Bagian strategi pemasaran berisi tentang apa yang akan kamu lakukan untuk mengenalkan produk kamu ke masyarakat umum. Dalam suatu bisnis produksi dapat mencantumkan secara detail mengenai target konsumen, gambaran pasar, trend pasar, peluang startegis yang dimiliki, dan karakteristik pasar. Terdiri atas: tren dan pertumbuhan industri, gambaran pasar, ukuran dan tren pasar, peluang strategis, target pasar, dan karakteristik pasar.

4.      Analisis persaingan, Pada bagian ini, kamu perlu untuk menganalisis persaingan bisnis tersebut. Kamu dapat menganalisis mulai dari posisi dalam persaingan, distribusi pangsa pasar, sampai kelebihan yang perlu kamu sadari dari bisnis kamu yang pesaing belum tentu punya. Keunggulan yang lebih tinggi dibandingkan pesaing dapat dijadikan nilai tambah bisnis untuk menarik pelanggan. Terdiri atas: tingkat pesaingan, posisi dalam persaingan, distribusi pangsa pasar, dan kelebihan perusahaan dibandingkan pesaing.

5.      Rencana desain dan pengembangan, Saat membuat rencana bisnis dengan tujuan memperoleh investasi, dalam bagian ini kamu perlu menuliskan berapa besar usaha yang akan kamu jalankan. Rencana pengembangan usaha ini meliputi penambahan jumlah cabang, kemungkinan waralaba, dan inovasi perusahaan. Terdiri atas: tujuan usaha jangka panjang, strategi, sasaran dan jadwal pencapaian, evaluasi resiko, dan exit plan.

6.      Rencana operasi dan manajemen, Pada bagian ke 6 ini, kamu perlu membuat rencana untuk operasi dan manajemen bisnis kamu. Adapun yang dapat dijelaskan pada bagian ini ialah pengendalian persediaan bahan pokok, data pemasok, pengembangan bisnis, dan berisi mengenai kontrol keuangan perusahaan. Terdiri atas: fasilitas, proses produksi, pengendalian persediaan, pasokan dan distribusi, pengembangan produk, kontrol keuangan, tim manajemen dan konsultan dan lain sebagainya. 

7.      Analisis rencana keuangan, Pada bagian ini, kamu akan membayangkan arus kas keuangan yang mungkin akan dialami dalam beberapa periode kedepan. Termasuk di dalamnya ialah penghasilan dan pengeluaran, pengembalian modal, dan pengembalian investasi. Selain itu, kamu juga perlu memberi gambaran estimasi penghasilan dan pengeluaran dalam satu bulan. Terdiri atas: proyeksi pendapatan dan aliran kas, neraca, sumber modal dan penggunaan, asumsi yang digunakan dan melakukan analisis Breal Even Point, Payback Period, IRR, dan NPV.

 

Dokumen Rencana Bisnis yang Baik

 

Dokumen Rencana Bisnis yang Baik, seharusnya memperhatikan beberapa hal dibawah ini:

1. Penampilan rapih dan menarik

2. Panjang halaman sekitar 10-12 hlm

3. Halaman muka dan judul

4. Ringkasan 

5. Daftar isi

 

Begitulah pentingnya mempelajari Rencana Suatu Bisnis bagi seorang entrepreneur yang ingin memulai berbisnis agar bisnisnya dapat berjalan dengan efektif dan sesuai dengan yang diharapkan. Hal dasar ini dapat diaplikasikan untuk pembuatan rencana bisnis yang akan kalian bangun. Namun tidak hanya untuk bisnis produksi saja, melainkan rencana bisnis dasar di atas juga dapat diterapkan pada bisnis retail, jasa, dan lain-lain.

Sekian artikel Kamus Cendekia pada kesempatan kali ini, harapannya semoga bagi siapapun itu khususnya para Cendekiawan Muda yang ingin memulai berwirausaha dapat berjalan dan berhasil sukses sesuai dengan yang diharapkan.

 

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!! 😊

 

Referensi: Youtube Dedi Purwana Channel ( https://youtu.be/wcvN0sn1Zb8 )

 

Berikan komentar dan pendapat kalian pada kolom di bawah ini. Terima kasih. 😉👇


Continue reading Cara Membuat dan Menyusun Rencana Suatu Bisnis Produksi (Business Plan)
, , , , , , , , , ,

Pelayanan Usaha Bisnis Retail

Hallo Cendekiawan Muda! artikel kali ini berisi penjelasan terkait penjelasan bagaimana sistem layanan dan proses pelayanan yang harus kita lakukan dalam usaha bisnis retail. Simak dengan baik, berikut penjelasannya. 

 


Sistem Layanan Usaha Bisnis Retail

 

Bisnis retail merupakan bisnis yang dilakukan produsen lalu menjualnya ke dalam bentuk eceran atau langsung.

 

1.  Pengertian Pelayanan Usaha

Pelayanan usaha berarti suatu usaha melayani kebutuhan orang lain dengan memperhatikan kepuasan pelanggan.

 

a.    Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Pelayanan adalah meonolong menyediakan segala yang diperlukan orang lain seperti tamu atau pembeli. 

b.    Kotler (1994)

Menurut Kotler, adalah aktivitas atau hasil yang dapat ditawarkan sebuah lembaga ke pihak lain dan tak kasat mata.

c.    Hadipranata (1980)

Menurut Hadipranata, adalah aktivitas tambahan di luar tugas pokok yang diberikan ke konsumen.

 

2.  Alasan Melakukan Pelayanan dalam Bisnis Retail

 

a.    Akan Diingat oleh Konsumen

Pelanggan akan selalu mengingat pelayanan yang di berikannya, pelayanan baik atau buruknya usaha.

b.    Menunjukkan Kepedulian kepada Pelanggan

Dengan menunjukkan kepedulian kita ke pelanggan, pelanggan akan dating terus menerus dan merasa nyaman.

c.    Berdampak terhadap Seluruh Bisnis

Lakukanlah yang terbaik dalam setiap pelayanan dan penjualan ke pelanggan agar pelanggan berasumsi bahwa produk yang kita jual berkualitas baik.

d.    Strategi Marketing yang Baik

Dengan meningkatkan pelayanan ke pelanggan dengan baik.

e.    Menarik Pelanggan Baru

Buatlah pelanggan senang dengan produk dan pelayanan yang kita jual supaya pelanggan tersebut merekomendasikan ke teman temannya bahwa produk yang kita jual berkualitas.


3.  Aspek Pelayanan yang Dievaluasi Konsumen

 

a.    Aspek Tangibles

Aspek yang jelas tampak oleh mata misalnya penampilan toko. 

b.    Pemahaman terhadap Pelanggan

Dengan mengetahui kesukaan dan apa yang diinginkan oleh pelanggan.

c.    Perilaku yang Sopan

Dengan memberi pelayanan yang baik yang akan membuat konsumen senang.

d.    Keamanan

Jagalah keamanan para konsumen yang akan berbelanja di toko kita dengan memasang cctv dan memberi himbauan.

e.    Kredibilitas

Dengan memberikan garansi kepada pelanggan dan komitmen terhadap pelanggan.

f.     Reliability

Mengenai keakuratan dan kecepatan kasir terhadap konsumen.

g.    Akses

Dengan menentukan jam buka toko dengan konsisten dan keberadaan manajer untuk menyelesaikan masalah.

h.    Kompetensi/Kecakapan

Ketika pelanggan bertanya tentang produk yang kita jual kita sebagain produsen jangan sampai tidak tahu untuk menjawabnya.

i.      Responsiveness

Dengan memberikan respon dengan cepat dan tanggap dan juga degan karakter sopan dan baik.

 

Proses Pelayanan Usaha pada Bisnis Retail

 

1.  Strategi Layanan Pelanggan

 

a.    Pendekatan Kustomisasi

Pendekatan yang mendorong untuk membuat jasa pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan pribadi.

b.    Pendekatan Standardisasi

Didasarkan pada penetapan satu rangkaian aturan yang bersifat pasti secara konsisten.

 

2.  Metode untuk Memahami Harapan Pelanggan

 

a.    Studi menyeluruh.

b.    Menerka kepuasan dengan transaksi individu.

c.    Panel pelanggan dan wawancara.

d.    Berinteraksi dengan pelanggan.

e.    Keluhan pelanggan.

 

3.  Menentukan Layanan Baku

 

a.    Memiliki komitmen tinggi.

b.    Mengembangkan solusi inovatif.

c.    Mendeskripsikan dengan jelas peran penyedia pelayanan.

d.    Menata kelompok layanan.

e.    Menetapkan ukuran dan mengevaluasi capaian kualitas pelayanan.

 

4.  Cara Memberikan Pelayan dalam Bisnis Retail

 

a.    Berikan Penghargaan Personal pada Pelanggan Setia

Berikan sapaan hangat dan potongan harga ke pelanggan.

b.    Berikan Tips dan Trik Mengoptimalkan Produk

Dengan memberikan tips penggunaan produk tersebut.

c.    Produk Favorit Pelanggan Habis, Cari Penggantinya Agar Mereka Tidak Kecewa

Dengan mengecek stok dagangan dengan tujuan agar tidak kehabisan stok.

d.    Pekerjakan Kasir yang Berasal dari Daerah Bisnis Anda

Mempekerjakan kasir dari sekitar toko yang kita buka agar mengetahui seluk beluk warga sekitar.

e.    Bantu Konsumen Memilih Produk yang Tepat

Lakukan pendekatan yang ramah dan tidak agresif.

f.     Buatlah Katalog dan Review untuk Membantu Konsumen Memilih Produk

Dengan dibuat menarik mungkin agar tidak merasa bosan dan lebih mudah menyerap informasi kelebihan dan kekurangan produk yang kita jual.

 

Begitulah pentingnya mempelajari Pelayanan Usaha Bisnis Retail bagi seorang entrepreneur yang ingin memulai berbisnis agar bisnisnya dapat berjalan dengan efektif dan sesuai dengan yang diharapkan.

Sekian artikel Kamus Cendekia pada kesempatan kali ini, harapannya semoga bagi siapapun itu khususnya para Cendekiawan Muda yang ingin memulai berwirausaha dapat berjalan dan berhasil sukses sesuai dengan yang diharapkan.

 

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!! 😊

 

Berikan komentar dan pendapat kalian pada kolom di bawah ini. Terima kasih. 😁👇

 


Continue reading Pelayanan Usaha Bisnis Retail
, , , ,

Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank di Indonesia

Hallo Cendekiawan Muda! artikel kali ini berisi penjelasan terkait apa aja sih Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank beserta contoh dan jenisnya yang ada di Indonesia. Simak dengan baik, berikut penjelasannya.



Lembaga Keuangan Bank


Menurut Kasmir dalam bukunya bank dan lembaga keuangan lainnya pada tahun 2012 dia menyatakan bahwa salah satu tolak ukur kemajuan suatu negara itu adalah dari kemajuan ekonominya dan tulang punggung dari kemajuan ekonomi itu adalah bisnis. Tentu saja tidak ada sebuah bisnis yang dapat beroperasi tanpa membutuhkan dana atau modal usaha sekecil apapun, nah kebutuhan dana ini dapat diperoleh perusahaan melalui sebuah lembaga keuangan bank.

Lalu apa itu lembaga keuangan bank?

1.    Menurut Kasmir (2012) lembaga keuangan bank itu merupakan lembaga keuangan yang memberikan jasa keuangan yang paling lengkap mulai dari menyalurkan dana atau memberikan pinjaman serta menghimpun dana dalam bentuk simpanan

2.    Menurut SK Menteri Keuangan RI No. 792 tahun 1990 lembaga keuangan bank itu merupakan semua badan usaha yang berada disuatu bidang keuangan yang melakukan suatu penghimpunan dana, menyalurkan dana kepada masyarakat dan yang paling utama di dalam memberikan biaya investasi pembangunan

Lembaga keuangan itu digolongkan menjadi dua golongan besar yaitu lembaga keuangan bank atau yang biasa kita sebut dengan bank dan lembaga keuangan bukan bank.


Jenis Lembaga Keuangan Bank


Dalam praktik usahanya bank terdiri dari tiga jenis yang pertama adalah bank sentral yang kedua adalah bank umum dan yang ketiga adalah bank perkreditan rakyat atau biasa disebut dengan BPR:

1.    Bank Sentral yang ada di Indonesia itu dilaksanakan oleh Bank Indonesia nah Bank Indonesia ini sebagai Bank Sentral yang berfungsi sebagai bank sirkulasi, Bank to bank, serta leader of the last Resort. Bank sentral dalam melaksanakan tugasnya itu bertujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai uang nah tugas untuk mencapai tujuan tersebut ditetapkan dalam tiga pilar yang pertama adalah menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, yang kedua menjaga dan mengatur kelancaran sistem pembayaran dan ketiga adalah stabilitas sistem keuangan.

2.    Bank umum adalah bank yang memberikan pelayanan seluruh jasa-jasa perbankan kepada seluruh lapisan masyarakat baik individu maupun kelompok nah bank umum juga dikelompokkan menjadi dua, yang pertama adalah bank umum devisa dan yang kedua adalah bank umum non devisa. Bank umum devisa memiliki produk yang lebih banyak dibandingkan dengan bank umum non devisa, misalnya adalah bank umum devisa dapat melaksanakan jasa-jasa keuangan yang berhubungan dengan seluruh mata uang asing atau jasa bank keluar negeri.

3.    Bank perkreditan rakyat atau BPR merupakan bank yang melayani masyarakat kecil yang ada di kecamatan maupun pedesaan. BPR ini berasal dari peleburan Bang Desa, bank pasar, lumbung desa, bang pegawai dan Bang lainnya nah usaha BPR ini dia menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.

 

Lembaga Keuangan Non Bank 


Lembaga keuangan bukan bank itu adalah badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang keuangan yang secara langsung atau tidak langsung menghimpun dana dengan jalan mengeluarkan surat berharga dan menyalurkannya kepada masyarakat guna membiayai investasi perusahaan perusahaan. Lembaga keuangan nonbank itu melakukan kegiatannya dengan dana yang bersifat jangka panjang namun dalam kegiatan operasinya lembaga keuangan nonbank tidak diperkenankan menerima simpanan dalam bentuk giro, deposito, maupun tabungan dan penyaluran dana biasanya ditujukan kepada masyarakat sebagai sumber dana investasi.


Jenis Lembaga Keuangan Non Bank


1.    Pegadaian

Pegadaian itu sebenarnya sudah ada di Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda nah Pegadaian pada saat itu bertugas membantu masyarakat untuk mendapatkan uang dengan jaminan gadai nah usaha ini mula-mula itu dilakukan oleh pihak swasta namun lama-kelamaan pengelolaannya diambil-alih pemerintah Hindia Belanda yang kemudian dijadikan perusahaan negara dengan nama dinas Pegadaian nah setelah kemerdekaan, pemerintah Indonesia mengambil alih dinas Pegadaian dan mengubah statusnya menjadi perusahaan negara atau PN Pegadaian nah PN Pegadaian kemudian berubah lagi menjadi perusahaan jawatan atau perjan Pegadaian dan yang terakhir kemudian hingga saat ini menjadi PT Pegadaian.

Tujuan utama usaha Pegadaian itu adalah untuk mengatasi agar masyarakat yang sedang membutuhkan uang tidak jatuh ketangan rentenir yang bunganya relatif tinggi. Pegadaian akan memberikan pinjaman kepada masyarakat dengan jaminan barang-barang berharga, seperti emas, perak, intan, berlian, mutiara, mobil, sepeda motor, televisi, computer, kulkas, mesin jahit dan lain sebagainya. Selain gadai, Pegadaian juga memiliki kegiatan usaha lainnya seperti melayani jasa taksiran nilai riil barang-barang berharga milik masyarakat, melayani jasa titipan barang-barang berharga milik masyarakat, memberikan kredit kepada karyawan yang memiliki penghasilan tetap, dan ikut serta bekerjasama dengan pihak ketiga misalnya dalam pembangunan perkantoran.

 

2.    Sewa guna usaha atau yang biasa disebut dengan leasing

Perusahaan leasing atau perusahaan sewa guna usaha itu adalah perusahaan yang kegiatan utama perusahaannya itu memberikan jasa pembiayaan untuk keperluan barang-barang modal yang diinginkan oleh nasabah.

Menurut The Equipment Leasing Association, leasing adalah suatu kontrak antara lessor dengan lesse untuk penyewaan suatu jenis barang atau aset tertentu langsung dari pabrik atau agen penjual oleh lesse nah hak kepemilikan barang tersebut tetap pada lessor nah terkadang kalau seandainya orang membeli secara kredit motor atau mobil terus enggak mampu untuk bayar atau ada hambatan maka barangnya bisa ditarik oleh pemberi sewa itu, nah lesse hanya memiliki hak pakai atas barang tersebut dengan membayar sewa dengan jumlah dana dan jangka waktu yang sudah ditetapkan nah nanti hak kepemilikannya akan menjadi hak lesse kalau dia sudah melunasinya.

 

3.    Koperasi simpan pinjam

Koperasi simpan pinjam itu adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat oleh sebab itu koperasi simpan pinjam termasuk kedalam lembaga keuangan.

Koperasi bertujuan untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan undang-undang Dasar 1945.

Koperasi simpan pinjam memiliki tiga prinsip utama, yang pertama adalah Swadaya maksudnya adalah bahwa koperasi simpan pinjam memperoleh tabungan hanya dari anggotanya saja, yang kedua prinsip setiakawan maksudnya pinjaman yang diberikan oleh koperasi simpan pinjam hanya ditujukan kepada anggotanya, dan yang ketiga adalah pendidikan dan penyadaran prinsip pendidikan dan penyadaran diarahkan untuk membangun watak, jadi hanya yang berwatak baik yang dapat diberikan pinjaman.

Untuk sumber dana koperasi simpan pinjam itu dapat berasal dari kekayaan bersih dan pinjaman atau utang. Kekayaan bersih koperasi simpan pinjam itu bersumber dari simpanan wajib, simpanan sukarela, cadangan umum, serta sisa hasil usaha (SHU) tahun berjalan dan pinjaman atau utang Koperasi itu biasanya diperoleh dari tabungan, simpanan berjangka, dan pinjaman yang diterima koperasi simpan pinjam.

 

4.    Asuransi

Biasanya orang-orang untuk menanggung resiko-resiko yang tidak diinginkan di masa depan itu memerlukan suatu perusahaan yang bersedia untuk menanggung resiko itu nah perusahaan yang bersedia untuk menanggung resiko tersebut adalah perusahaan asuransi.

Perusahaan asuransi itu adalah perusahaan yang kegiatan usahanya melakukan pertanggungjawaban atau pertanggungan terhadap resiko-resiko yang akan dihadapi oleh nasabahnya.

Lalu apa itu asuransi? menurut undang-undang nomor 2 tahun 1999 tentang usaha perasuransian, asuransi merupakan perjanjian antara dua pihak atau lebih, dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak yang mungkin akan diderita tertanggung yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Perjanjian antara pihak tertanggung dan pihak penanggung itu tertuang dalam polis asuransi nah dalam polis asuransi itu disebutkan syarat-syarat, hak/kewajiban masing-masing pihak, jumlah uang yang dipertanggungkan, jangka waktu asuransi, serta premi yang harus dibayar. Premi yang harus dibayar itu sebelumnya ditaksir terlebih dahulu dengan nilai Resiko yang akan dihadapi.

Jenis-jenis asuransi asuransi di Indonesia itu dapat digolongkan menjadi dua jenis yang pertama ditinjau dari fungsinya dan yang kedua adalah ditinjau dari kepemilikannya:

 

Ditinjau dari fungsinya itu terdiri dari tiga jenis yaitu:

a.    asuransi kerugian

asuransi kerugian itu adalah perusahaan asuransi yang usahanya memberikan jasa untuk menanggulangi resiko atas kerugian kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga dari suatu peristiwa yang tidak pasti.

b.    asuransi jiwa

asuransi jiwa itu adalah perusahaan asuransi yang berkaitan dengan penanggulangan jiwa atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan

c.     asuransi sosial

asuransi sosial ini merupakan asuransi yang penyelenggaraannya didasarkan pada peraturan perundang-undangan sendiri ia bersifat wajib serta didalamnya terkandung tujuan tertentu dari pemerintah untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat atau sebagian anggota masyarakat

 

Ditinjau dari kepemilikannya asuransi terdiri dari empat jenis:

a.    asuransi milik pemerintah

asuransi milik pemerintah itu adalah asuransi yang sahamnya sebagian besar atau seluruhnya dimiliki oleh pemerintah

b.    asuransi milik swasta nasional

asuransi milik swasta nasional adalah asuransi yang sahamnya dimiliki oleh swasta nasional

c.     asuransi milik perusahaan asing

asuransi milik perusahaan asing adalah asuransi dimiliki oleh pihak asing

d.    asuransi milik campuran

asuransi milik campuran itu merupakan asuransi yang sahamnya dimiliki oleh swasta nasional dan pihak asing

 

5.    Pasar modal

Pasar modal itu mirip seperti pasar pada umumnya yaitu Tempat bertemunya antara penjual dan pembeli. Menurut undang-undang nomor 8 tahun 1995, pasar modal merupakan kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan Perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.

 

Peran Pasar Modal:

a.    sebagai intermediasi selain Bank

b.    memungkinkan para pemodal menginvestasikan dananya pada kegiatan yang menguntungkan

c.     memungkinkan kegiatan bisnis mendapatkan dana dari pihak luar dalam rangka perluasan usaha

d.    memungkinkan kegiatan bisnis untuk memisahkan operasi bisnis dan ekonomi dari kegiatan keuangan

e.    memungkinkan para pemegang surat berharga memperoleh dana lancar atau likuiditas dengan menjual surat-surat berharga yang dimiliki kepada pihak lain

 

Instrumen yang diperjualbelikan di pasar modal:

a.    saham

saham itu adalah tanda bukti penyertaan kepemilikan modal atau dana pada suatu perusahaan dan di perusahaan itu saham terbagi menjadi dua jenis yaitu saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock)

b.    obligasi

obligasi itu merupakan surat perjanjian atau kontrak antara investor dengan perusahaan yang isinya menyatakan bahwa investor telah meminjamkan sejumlah uang kepada perusahaan

c.     instrumen derivatif

instrumen derivatif itu merupakan instrumen atau efek turunan dari efek utama yang sifatnya penyertaan dan merupakan sebuah perjanjian penukaran pembayaran atau kontrak bilateral.

d.    reksadana

reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat atau investor yang dikelola oleh badan hukum yang bernama manajer investasi.

 

6.    Pasar valuta asing

Banyak perusahaan di dalam negeri yang menggunakan bahan-bahan baku dari luar negeri dan Untuk pembayarannya itu perusahaan dalam negeri harus menukarkan uang rupiahnya ke dalam mata uang negara tersebut nah Hal ini bertujuan agar nilai dari pembayaran tersebut sama dengan nilai yang dikehendaki oleh negara tersebut nah tempat penukaran uang itu disebut pasar valuta asing.

Dalam buku bank dan lembaga keuangan lainnya dijelaskan bahwa pasar valuta asing merupakan pasar dimana transaksi valuta asing dilakukan baik antar negara maupun dalam suatu negara.

 

Fungsi Pasar Valuta Asing:

a.    mempermudah pertukaran valuta asing dan pemindahan dana dari satu negara ke negara lainnya

b.    mempermudah dilaksanakannya perjanjian jual-beli dengan kredit

c.     memungkinkan dilakukannya hedging (hedging itu adalah kesempatan bagi pedagang untuk melindungi diri dari kemungkinan terjadinya rugi walaupun ia sedang melakukan transaksi)

 

7.    Perusahaan anjak piutang

Banyak perusahaan yang mengalami hambatan-hambatan dalam usahanya salah satunya itu adalah jika terjadi atau terdapat kredit yang macet atau piutang piutang yang belum dilunasi oleh pelanggannya nah hal ini itu harus segera diatasi agar perusahaan tidak mengalami kerugian yang lebih besar lagi. Untuk mengatasi masalah kredit ini maka perusahaan perlu menyerahkan kepada perusahaan yang sanggup untuk mengatasinya dan perusahaan yang sanggup itu adalah perusahaan anjak piutang.

Apa itu perusahaan anjak piutang? Perusahaan anjak piutang atau yang lebih dikenal dengan nama factoring itu merupakan perusahaan yang kegiatannya melakukan penagihan atau pembelian atau pengambilalihan atau pengelolaan utang piutang suatu perusahaan dengan imbalan atau pembayaran tertentu milik perusahaan. Menurut keputusan menteri Keuangan No. 1251/KMK.013/1988 pada tanggal 20 desember 1988 mengatakan bahwa anjak piutang itu adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dan transaksi perdagangan dalam atau luar negeri.

 

Pihak-pihak yang terlibat dalam anjak piutang:

a.    kreditor atau klien

merupakan perusahaan yang menyerahkan tagihannya kepada pihak anjak piutang untuk ditagih atau dikelola atau diambil alih dengan cara dikelola atau dibeli sesuai kesepakatan yang pernah dibuat

b.    perusahaan anjak piutang atau factoring

merupakan perusahaan yang akan mengambil alih atau mengelola piutang atau penjualan kredit debitur nya

c.     debitur

ini adalah nasabah yang memiliki masalah utang kepada kreditur atau client.

 

8.    Modal ventura

Saat ini banyak masyarakat yang memikirkan pentingnya investasi untuk masa depan baik investasi jangka menengah maupun jangka panjang masyarakat yang berinvestasi tentunya menginginkan investasi yang resikonya itu paling minimal, apabila resikonya tinggi itu akan sulit mencari investor yang mau melakukannya, namun ada suatu perusahaan yang berani melakukan investasi yang dimana investasi tersebut memiliki resiko yang cukup tinggi yaitu adalah modal ventura. Tujuan didirikannya modal ventura itu melakukan penanaman modal dalam suatu usaha yang mengandung resiko tinggi.

Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 61 tahun 1988 tentang lembaga keuangan pembiayaan, modal ventura itu merupakan badan usaha yang melakukan suatu pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan.

 

Jenis pembiayaan yang dilakukan oleh modal ventura:

a.    equity financing

merupakan jenis pembiayaan langsung dimana perusahaan modal ventura melakukan penyertaan modal langsung kepada perusahaan pasangan usaha atau PPU dengan cara mengambil bagian saham dari saham milik PPU

b.    semi equity financing

merupakan pembiayaan dengan membeli obligasi konversi yang diterbitkan oleh perusahaan PPU

c.     mendirikan perusahaan baru

perusahaan modal ventura bersama-sama dengan PPU mendirikan usaha yang baru

d.    bagi hasil

pembiayaan ini merupakan pembiayaan berupa pembiayaan kepada usaha kecil yang belum memiliki bentuk badan hukum, PT atau perseroan terbatas.

 

9.    Dana pensiun

Pemberian dana pensiun kepada para karyawan itu tidak hanya memberikan kepastian penghasilan di masa depan namun juga ikut memberikan motivasi kepada para karyawan untuk lebih giat bekerja.

Apa sih dana pensiun? pensiun itu merupakan hak seseorang untuk memperoleh penghasilan setelah bekerja sekian tahun dan sudah memasuki usia pensiun atau ada sebab-sebab lain sesuai dengan perjanjian. Penghasilan dalam hal ini biasanya diberikan dalam bentuk uang dan besarnya sesuai dengan peraturan yang ditetapkan.

Menurut pasal 1 butir 1 undang-undang Nomor 11 tahun 1992 tentang dana pensiun, dana pensiun adalah lembaga atau badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pension.

Jenis-jenis dana pensiun berdasarkan undang-undang nomor 11 tahun 1992 tentang dana pensiun digolongkan menjadi dua jenis yang pertama adalah Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) dan yang kedua adalah Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).


Begitulah pentingnya mempelajari Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank di Indonesia. Hal dasar ini dapat diaplikasikan untuk pemahaman teman-teman di kehidupan sehari-hari.

Sekian artikel Kamus Cendekia pada kesempatan kali ini, harapannya semoga bagi siapapun itu khususnya para Cendekiawan Muda dalam menjalankan apapun dapat berjalan dan berhasil sukses sesuai dengan yang diharapkan.


Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!! 😊

 

Berikan komentar dan pendapat kalian pada kolom di bawah ini. Terima kasih. 😉👇

Continue reading Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank di Indonesia