Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
, , , , , , , , , , , , , ,

Cara Membuat dan Menyusun Rencana Suatu Bisnis Produksi (Business Plan)

Hallo Cendekiawan Muda! artikel kali ini berisi penjelasan terkait bagaimana sih cara teman-teman ketika ada kemauan ingin memulai atau sedang memulai bisnis tapi bingung menyusun rencana bisnis nya (business plan). Simak dengan baik, berikut penjelasannya.

 


Pengertian Bisnis

 

Sebelum masuk ke sana, apa sih yang kita ketahui mengenai pengetian bisnis itu sendiri, Bisnis merupakan kegiatan yang dilakukan perorangan atau kelompok dalam tujuan mendapatkan keuntungan atau laba. Kegiatan bisnis melibatkan aktivitas produksi, penjualan, pembelian barang maupun jasa. Sebelum menjalankan suatu bisnis pasti ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan yang sudah tidak asing lagi pastinya rencana bisnis (business plan).

 

Apa itu Rencana Bisnis (Business Plan)

 

Sebelum kita masuk ke dalam penjelasan yang lebih dalam, alangkah baiknya kita dapat memahami pengertian rencana bisnis (business plan) dan cara menerapkan silsilah dari rencana bisnis itu sendiri. Dalam memulai untuk menyusun suatu bisnis, kita harus membuat suatu rencana bisnis terlebih dahulu. Rencana bisnis ialah dokumen tertulis yang merinci seluk-beluk usaha/bisnis. Diibaratkan seperti peta dalam menjalankan bisnis yang mencakup informasi kondisi kekinian kita seperti apa, lalu hal apa yang akan diharapkan dimasa yang akan datang dalam menjalankan usaha tersebut didalam rencana bisnis kita. Sama halnya dengan bisnis, kita tidak bisa hanya mengandalkan pengetahuan apa yang ada di otak kita, tapi harus dituangkan ke dalam tulisan. Tulisan tersebut berisi apa yang akan dikerjakan, bagaimana cara menyelesaikannya, siapa yang akan menjalankannya, untuk apa kita menjalankan usaha tersebut. Tulisan itulah yang nantinya tertuang di dalam rencana bisnis. Untuk rencana bisnis ini, memiliki pembentukan organisasi baru, produk baru, atau jasa baru yang memiliki beberapa item tersendiri seperti dari sisi waktu, kompleksitas, struktur, dan jangka waktu.

 

Namun, seringkali kita bingung antara rencana bisnis dan perencanaan bisnis. Singkatnya, ketika kita akan membuat usaha baru maka kita butuh rencana bisnis (business plan), tapi ketika kita sudah punya usaha dan ingin lebih baik lagi maka kita sebut sebagai perencanaan bisnis (business planning). Jika diperjelas lagi perbedaannya yaitu dari sisi:


·       Waktu

Rencana bisnis dibuat ketika membentuk usaha/organisasi baru, sedangkan perencanaan bisnis untuk pengembangan organisasi/usaha yang sudah ada.


·       Kompleksitas

Rencana bisnis itu sederhana, sedangkan perencanaan bisnis lebih kompleks dan holistik karena butuh analisis yang matang.


·       Struktur

Rencana bisnis fokus pada 3 hal utama (ide bisnis, pemasaran dan keuangan, sedangkan perencanaan bisnis menyeluruh mencakup pengembangan semua struktur dan fungsi organisasi.


·       Jangka waktu

Rencana bisnis untuk jangka pendek (3-7 tahun), sedangkan perencanaan bisnis jangka panjang (diatas 10 tahun).

 

Mengapa harus membuat Rencana Bisnis (Business Plan)

 

Selanjutnya Mengapa sih kita harus membuat Rencana Bisnis?

Manfaat utama yang diberikan dari rencana bisnis ialah untuk membuat suatu bisnis menjadi lebih terarah dan meminimalisir masalah ketika menghadapi tantangan dalam menjalankannya. Selain itu, rencana bisnis juga dapat menjadi sarana untuk membantu permodalan dengan mengajukan peminjaman modal kepada investor.

Rencana bisnis perlu dibuat tujuannya agar bisnis yang kita jalankan dapat berkembang dan efektif sesuai dengan yang diharapkan. Hal tersebut sesuai dengan suatu pandangan bahwa secara statistik dari 10 jenis usaha baru yang didirikan, kemungkinan hanya 1 yang berhasil dan bisa bertahan dalam jangka waktu kurang lebih 3 tahun.

Mengapa pandangan tersebut muncul? Dikarenakan mereka para entrepreneur kurang dalam mempelajari rencana bisnisnya dengan baik. Jika mereka mempelajari hal tersebut, setidaknya mereka dapat mengantisipasi resiko yang kemungkinan terjadi dari usaha yang mereka dirikan dan beliau juga menyampaikan bahwa “Rencana Bisnis” merupakan langkah awal untuk menjadi wirausaha.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa dengan kita membuat Rencana Bisnis terlebih dahulu sebelum berbisnis itu bermanfaat bagi pengembangan bisnis kita, sebagai berikut:

1. Mengurangi resiko bisnis

2. Kerumitan proses produksi dan transaksi bisnis

3. Pembaca rencana bisnis (investor, lembaga pinjaman, mitra) 

4. Langkah awal menjadi wirausaha

5. Alat bantu dalam mensistemasikan logika bisnis  

 

Menyusun Rencana Bisnis Yang Baik

 

Dalam menyusun Rencana Bisnis yang baik, perlu memperhatikan beberapa hal seperti:

1. Harus memenuhi unsur-unsur yang singkat dan padat

2. Terorganisir rapih dengan penampilan menarik

3. Rencana yang menjanjikan

4. Hindari melebih-lebihkan proyek

5. Kemukakan resiko bisnis yang signifikan

6. Tim terpercaya dan efektif

7. Fokus

8. Target pasar jelas

9. Realistis

10. Spesifik/detail 

 

Hal Mendasar

 

Hal Mendasar yang perlu kita pahami dalam memulai berbisnis, antara lain:

1. Awali dengan ide bisnis 

2. Ide bisnis sebagai jawaban

3. Anda adalah orang yang tepat

4. Cara menghasilkan keuntungan 

5. Siapa pembeli produk anda

6. Dana untuk memulai bisnis

 

Komponen Utama Rencana Bisnis

 

Berikut 4 Komponen Utama dalam Rencana Bisnis:

1. Konsep bisnis: bidang industri, struktur bisnis, penawaran produk/jasa, cara mensukseskan bisnis.

2. Pasar (market): konsumen potensial, alasan pembeli, kondisi persaingan, posisi dalam persaingan.

3. Rencana keuangan: estimasi pendapatan, analisis break event point, cash flow

4. Manajemen dan organisasi: sumber daya manusia, struktur organisasi, uraian tugas

 

Bagaimana Sistematika Rencana Bisnis 

 

1.      Ringkasan eksekutif, Pada bagian pertama, kamu perlu menjelaskan tentang nama, alamat, sampai pada visi misi perusahaan secara ringkas. Jika kamu ingin memulai suatu bisnis produksi, maka kamu dapat menjelaskan hal tersebut di tambah dengan keanekaragaman produk yang ditawarkan, target pemasaran yang diinginkan, serta tim manajemen yang terlibat dalam bisnis tersebut. Terdiri atas: konsep bisnis, misi perusahaan, produk/jasa, persaingan, target dan ukuran pasar, strategi pemasaran, tim manajemen, dan keuangan.

2.      Deskripsi bisnis atau gambaran perusahaan, Di bagian kedua ini berisi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan perusahaan yang akan kamu jalankan nantinya. Adapun isi daripada bagian ini ialah data ringkas perusahaan, susunan pemilik saham, dan status hukum perusahaan. Terdiri atas: identitas perusahaan (nama, lokasi, badan hukum), visi dan misi perusahaan, gambaran sekilas tentang produk/jasa, perkembangan perusahaan hingga saat ini dan status hukum dan kepemilikan.

3.      Strategi pemasaran, Bagian strategi pemasaran berisi tentang apa yang akan kamu lakukan untuk mengenalkan produk kamu ke masyarakat umum. Dalam suatu bisnis produksi dapat mencantumkan secara detail mengenai target konsumen, gambaran pasar, trend pasar, peluang startegis yang dimiliki, dan karakteristik pasar. Terdiri atas: tren dan pertumbuhan industri, gambaran pasar, ukuran dan tren pasar, peluang strategis, target pasar, dan karakteristik pasar.

4.      Analisis persaingan, Pada bagian ini, kamu perlu untuk menganalisis persaingan bisnis tersebut. Kamu dapat menganalisis mulai dari posisi dalam persaingan, distribusi pangsa pasar, sampai kelebihan yang perlu kamu sadari dari bisnis kamu yang pesaing belum tentu punya. Keunggulan yang lebih tinggi dibandingkan pesaing dapat dijadikan nilai tambah bisnis untuk menarik pelanggan. Terdiri atas: tingkat pesaingan, posisi dalam persaingan, distribusi pangsa pasar, dan kelebihan perusahaan dibandingkan pesaing.

5.      Rencana desain dan pengembangan, Saat membuat rencana bisnis dengan tujuan memperoleh investasi, dalam bagian ini kamu perlu menuliskan berapa besar usaha yang akan kamu jalankan. Rencana pengembangan usaha ini meliputi penambahan jumlah cabang, kemungkinan waralaba, dan inovasi perusahaan. Terdiri atas: tujuan usaha jangka panjang, strategi, sasaran dan jadwal pencapaian, evaluasi resiko, dan exit plan.

6.      Rencana operasi dan manajemen, Pada bagian ke 6 ini, kamu perlu membuat rencana untuk operasi dan manajemen bisnis kamu. Adapun yang dapat dijelaskan pada bagian ini ialah pengendalian persediaan bahan pokok, data pemasok, pengembangan bisnis, dan berisi mengenai kontrol keuangan perusahaan. Terdiri atas: fasilitas, proses produksi, pengendalian persediaan, pasokan dan distribusi, pengembangan produk, kontrol keuangan, tim manajemen dan konsultan dan lain sebagainya. 

7.      Analisis rencana keuangan, Pada bagian ini, kamu akan membayangkan arus kas keuangan yang mungkin akan dialami dalam beberapa periode kedepan. Termasuk di dalamnya ialah penghasilan dan pengeluaran, pengembalian modal, dan pengembalian investasi. Selain itu, kamu juga perlu memberi gambaran estimasi penghasilan dan pengeluaran dalam satu bulan. Terdiri atas: proyeksi pendapatan dan aliran kas, neraca, sumber modal dan penggunaan, asumsi yang digunakan dan melakukan analisis Breal Even Point, Payback Period, IRR, dan NPV.

 

Dokumen Rencana Bisnis yang Baik

 

Dokumen Rencana Bisnis yang Baik, seharusnya memperhatikan beberapa hal dibawah ini:

1. Penampilan rapih dan menarik

2. Panjang halaman sekitar 10-12 hlm

3. Halaman muka dan judul

4. Ringkasan 

5. Daftar isi

 

Begitulah pentingnya mempelajari Rencana Suatu Bisnis bagi seorang entrepreneur yang ingin memulai berbisnis agar bisnisnya dapat berjalan dengan efektif dan sesuai dengan yang diharapkan. Hal dasar ini dapat diaplikasikan untuk pembuatan rencana bisnis yang akan kalian bangun. Namun tidak hanya untuk bisnis produksi saja, melainkan rencana bisnis dasar di atas juga dapat diterapkan pada bisnis retail, jasa, dan lain-lain.

Sekian artikel Kamus Cendekia pada kesempatan kali ini, harapannya semoga bagi siapapun itu khususnya para Cendekiawan Muda yang ingin memulai berwirausaha dapat berjalan dan berhasil sukses sesuai dengan yang diharapkan.

 

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!! 😊

 

Referensi: Youtube Dedi Purwana Channel ( https://youtu.be/wcvN0sn1Zb8 )

 

Berikan komentar dan pendapat kalian pada kolom di bawah ini. Terima kasih. 😉👇


Continue reading Cara Membuat dan Menyusun Rencana Suatu Bisnis Produksi (Business Plan)
, , , , , , , , , ,

Pelayanan Usaha Bisnis Retail

Hallo Cendekiawan Muda! artikel kali ini berisi penjelasan terkait penjelasan bagaimana sistem layanan dan proses pelayanan yang harus kita lakukan dalam usaha bisnis retail. Simak dengan baik, berikut penjelasannya. 

 


Sistem Layanan Usaha Bisnis Retail

 

Bisnis retail merupakan bisnis yang dilakukan produsen lalu menjualnya ke dalam bentuk eceran atau langsung.

 

1.  Pengertian Pelayanan Usaha

Pelayanan usaha berarti suatu usaha melayani kebutuhan orang lain dengan memperhatikan kepuasan pelanggan.

 

a.    Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Pelayanan adalah meonolong menyediakan segala yang diperlukan orang lain seperti tamu atau pembeli. 

b.    Kotler (1994)

Menurut Kotler, adalah aktivitas atau hasil yang dapat ditawarkan sebuah lembaga ke pihak lain dan tak kasat mata.

c.    Hadipranata (1980)

Menurut Hadipranata, adalah aktivitas tambahan di luar tugas pokok yang diberikan ke konsumen.

 

2.  Alasan Melakukan Pelayanan dalam Bisnis Retail

 

a.    Akan Diingat oleh Konsumen

Pelanggan akan selalu mengingat pelayanan yang di berikannya, pelayanan baik atau buruknya usaha.

b.    Menunjukkan Kepedulian kepada Pelanggan

Dengan menunjukkan kepedulian kita ke pelanggan, pelanggan akan dating terus menerus dan merasa nyaman.

c.    Berdampak terhadap Seluruh Bisnis

Lakukanlah yang terbaik dalam setiap pelayanan dan penjualan ke pelanggan agar pelanggan berasumsi bahwa produk yang kita jual berkualitas baik.

d.    Strategi Marketing yang Baik

Dengan meningkatkan pelayanan ke pelanggan dengan baik.

e.    Menarik Pelanggan Baru

Buatlah pelanggan senang dengan produk dan pelayanan yang kita jual supaya pelanggan tersebut merekomendasikan ke teman temannya bahwa produk yang kita jual berkualitas.


3.  Aspek Pelayanan yang Dievaluasi Konsumen

 

a.    Aspek Tangibles

Aspek yang jelas tampak oleh mata misalnya penampilan toko. 

b.    Pemahaman terhadap Pelanggan

Dengan mengetahui kesukaan dan apa yang diinginkan oleh pelanggan.

c.    Perilaku yang Sopan

Dengan memberi pelayanan yang baik yang akan membuat konsumen senang.

d.    Keamanan

Jagalah keamanan para konsumen yang akan berbelanja di toko kita dengan memasang cctv dan memberi himbauan.

e.    Kredibilitas

Dengan memberikan garansi kepada pelanggan dan komitmen terhadap pelanggan.

f.     Reliability

Mengenai keakuratan dan kecepatan kasir terhadap konsumen.

g.    Akses

Dengan menentukan jam buka toko dengan konsisten dan keberadaan manajer untuk menyelesaikan masalah.

h.    Kompetensi/Kecakapan

Ketika pelanggan bertanya tentang produk yang kita jual kita sebagain produsen jangan sampai tidak tahu untuk menjawabnya.

i.      Responsiveness

Dengan memberikan respon dengan cepat dan tanggap dan juga degan karakter sopan dan baik.

 

Proses Pelayanan Usaha pada Bisnis Retail

 

1.  Strategi Layanan Pelanggan

 

a.    Pendekatan Kustomisasi

Pendekatan yang mendorong untuk membuat jasa pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan pribadi.

b.    Pendekatan Standardisasi

Didasarkan pada penetapan satu rangkaian aturan yang bersifat pasti secara konsisten.

 

2.  Metode untuk Memahami Harapan Pelanggan

 

a.    Studi menyeluruh.

b.    Menerka kepuasan dengan transaksi individu.

c.    Panel pelanggan dan wawancara.

d.    Berinteraksi dengan pelanggan.

e.    Keluhan pelanggan.

 

3.  Menentukan Layanan Baku

 

a.    Memiliki komitmen tinggi.

b.    Mengembangkan solusi inovatif.

c.    Mendeskripsikan dengan jelas peran penyedia pelayanan.

d.    Menata kelompok layanan.

e.    Menetapkan ukuran dan mengevaluasi capaian kualitas pelayanan.

 

4.  Cara Memberikan Pelayan dalam Bisnis Retail

 

a.    Berikan Penghargaan Personal pada Pelanggan Setia

Berikan sapaan hangat dan potongan harga ke pelanggan.

b.    Berikan Tips dan Trik Mengoptimalkan Produk

Dengan memberikan tips penggunaan produk tersebut.

c.    Produk Favorit Pelanggan Habis, Cari Penggantinya Agar Mereka Tidak Kecewa

Dengan mengecek stok dagangan dengan tujuan agar tidak kehabisan stok.

d.    Pekerjakan Kasir yang Berasal dari Daerah Bisnis Anda

Mempekerjakan kasir dari sekitar toko yang kita buka agar mengetahui seluk beluk warga sekitar.

e.    Bantu Konsumen Memilih Produk yang Tepat

Lakukan pendekatan yang ramah dan tidak agresif.

f.     Buatlah Katalog dan Review untuk Membantu Konsumen Memilih Produk

Dengan dibuat menarik mungkin agar tidak merasa bosan dan lebih mudah menyerap informasi kelebihan dan kekurangan produk yang kita jual.

 

Begitulah pentingnya mempelajari Pelayanan Usaha Bisnis Retail bagi seorang entrepreneur yang ingin memulai berbisnis agar bisnisnya dapat berjalan dengan efektif dan sesuai dengan yang diharapkan.

Sekian artikel Kamus Cendekia pada kesempatan kali ini, harapannya semoga bagi siapapun itu khususnya para Cendekiawan Muda yang ingin memulai berwirausaha dapat berjalan dan berhasil sukses sesuai dengan yang diharapkan.

 

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!! 😊

 

Berikan komentar dan pendapat kalian pada kolom di bawah ini. Terima kasih. 😁👇

 


Continue reading Pelayanan Usaha Bisnis Retail
, , , ,

Hambatan Dalam Berkomunikasi Secara Efektif

Hallo Cendekiawan Muda! artikel kali ini berisi penjelasan terkait apa aja sih hambatan dalam berkomunikasi dan bagaimana solusi yang harus kita lakukan. Simak dengan baik, berikut penjelasannya. 



Sebuah perusahaan dengan 100 karyawan kemungkinan bisa untuk kehilangan sekitar $ 450.000 dalam satu tahun atau lebih karena kehilangan komunikasi interpersonal yang efektif dari mereka seperti kesalahan e-mail, inefisiensi, dan kesalahpahaman sebuah klasemen yang disebabkan oleh karyawan itu sendiri. Seperti contohnya pada seorang manajer sebuah perusahaan pemasaran yang sedang melakukan rapat dengan seorang klien yang memakan waktu satu setengah jam, akan tetapi klien nya itu sedang memainkan ponselnya.  Seperti memainkan game balap, membuka sosial media dan lainnya meskipun dia melirik ke atas sesekali dan mengajukan pertanyaan akan tetapi itu akan berisiko untuk kehilangan komunikasi interpersonal yang efektif dari seorang klien itu. Dan juga Penelitian yang dilakukan oleh perusahaan konsultan SDM menemukan bahwa Karyawan AS dan Inggris merugikan bisnis mereka $37 miliar setiap tahun karena mereka sangat tidak memahami pekerjaan mereka. Di suatu tempat, entah bagaimana, komunikasi tidak seefektif yang seharusnya. Salah satu alasannya adalah seorang manajer menghadapi hambatan yang menyimpang proses komunikasi interpersonal dari berbagai faktor. Dapat disimpulkan, jadi komunikasi interpersonal yang efektif itu didapatkan ketika antar individu bisa saling memahami dan memperhatikan informasi yang disampaikan seorang individu serta mudah dipahami juga oleh individu lainnya.

 

Hambatan dalam komunikasi


1.    Filtering (Penyaringan)

Manipulasi informasi yang disengaja oleh suatu pihak untuk membuatnya tampak lebih menguntungkan bagi penerima. Misalnya, ketika seseorang memberitahu kepada manajernya apa yang ingin didengar oleh si sang manajer, pada saat itu juga informasi sedang atau sudah disaring atau bisa juga jika informasi yang dikomunikasikan melalui tingkat organisasi akan diringkas oleh pengirim dan diterima inti informasinya oleh penerima, itulah filtering atau penyaringan.

Sebagai organisasi menggunakan pengaturan kerja yang lebih kolaboratif dan kooperatif, penyaringan informasi mungkin menjadi pengurang dari suatu masalah.  Selain itu, email mengurangi penyaringan karena komunikasi lebih langsung.  Akhirnya, budaya organisasi mendorong atau mencegah untuk menyaring berdasarkan jenis perilaku yang dihargainya.

 

2.    Emotions (Emosi)

Bagaimana perasaan penerima ketika pesan diterima mempengaruhi bagaimana dia mendefinisikannnya. Emosi yang ekstrem kemungkinan besar akan menghambat komunikasi yang efektif. Di dalam kasus seperti itu, kita sering mengabaikan proses berpikir rasional dan objektif kita lalu menggantikannya dengan penilaian berpikir secara emosional saat mendefinisikan suatu pesan yang akan menghambat proses komunikasi yang efektif.

 

3.    Information Overload (Kelebihan Informasi)

Sebagai contoh seorang manajer pemasaran yang sedang melakukan perjalanan penjualan selama seminggu ke suatu tempat dimana dia tidak memiliki akses untuk masuk ke emailnya dan menghadapi 1.000 pesan di emailnya ketika dia membuka emailnya kembali. Tidak mungkin bagi manajer untuk sepenuhnya membaca dan menanggapi setiap pesan tanpa berhadapan dengan kelebihan informasi, yaitu ketika informasi melebihi kapasitas suatu individu untuk memprosesnya. Apa yang terjadi ketika individu memiliki lebih banyak informasi daripada yang dapat mereka proses?  Mereka cenderung mengabaikan, melewatkan, melupakan, atau memilih informasi secara selektif.  Atau mereka mungkin berhenti untuk berkomunikasi. Bagaimanapun, akibatnya adalah hilangnya informasi dan komunikasi yang tidak efektif karena adanya kelebihan informasi yang kita terima.

 

4.    Defensiveness

Ketika orang merasa terancam, mereka cenderung bereaksi dalam cara-cara yang menghambat komunikasi yang efektif dan mengurangi kemampuan mereka untuk mencapai tujuan timbal balik untuk saling memahami.  Mereka menjadi defensive dengan menyerang orang lain secara verbal, membuat sarkastis komentar, terlalu menghakimi, serta mempertanyakan motif orang lain.

 

5.    Language (Bahasa)

Sebagai contoh penulis/jurnalis konservatif Ann Coulter dan rapper Nelly keduanya berbicara bahasa Inggris, tetapi bahasa yang digunakan masing-masing sangatlah berbeda.  Arti kata berbeda hal untuk orang yang berbeda.  Usia, pendidikan, dan latar belakang budaya adalah tiga variabel yang lebih jelas yang mempengaruhi bahasa yang digunakan seseorang dan definisinya dia memberikan kata-kata. Dalam sebuah organisasi, karyawan berasal dari latar belakang yang beragam dan memiliki perbedaan pola bicara.  Bahkan karyawan yang bekerja untuk organisasi yang sama tetapi berbeda departemen yang berbeda sering kali memiliki jargon yang berbeda yaitu teknis khusus bahasa yang digunakan anggota kelompok untuk berkomunikasi di antara mereka sendiri yang menyebabkan penerima akan salah mendefinisikan pesan mereka karena memiliki perbedaan.

 

6.    National Culture (Kebudayaan Nasional)

Budaya mempengaruhi bentuk, formalitas, keterbukaan, pola, dan penggunaan informasi dalam komunikasi. Karena alasan teknologi dan budaya, orang-orang Tionghoa tidak menyukai pesan suara. Kecenderungan umum ini menggambarkan bagaimana perbedaan komunikasi dapat muncul dari budaya nasional maupun bahasa yang berbeda.  Misalnya, mari melihat dari perbandingan negara-negara yang menghargai individualisme (seperti Amerika Serikat) dengan negara-negara yang menekankan kolektivisme (seperti Jepang). Di negara yang individualistis seperti Amerika Serikat, komunikasi lebih formal dan dapat dieja dengan jelas. Manajer sangat bergantung pada laporan, memo, dan lainnya yang berbentuk komunikasi formal.  Di negara kolektivis seperti Jepang, lebih banyak interpersonal kontak pribadi di suatu tempat yang terjadi, dan lebih mendorong komunikasi tatap muka.

 

Cara Mengatasi Hambatan

 

Rata-rata, seseorang harus mendengarkan informasi sebanyak tujuh kali sebelum dia benar-benar mengerti. Berikut cara yang dilakukan manajer untuk menjadi komunikator yang lebih efektif:

 

1.    Gunakan Umpan Balik

Banyak masalah komunikasi secara langsung dikaitkan dengan kesalahpahaman dan ketidakakuratan.  Masalah-masalah ini bisa dikurangi dan dengan kecil kemungkinannya terjadi jika manajer mendapat umpan balik, baik verbal maupun nonverbal.  Seorang manajer dapat mengajukan pertanyaan tentang pesan untuk menentukan apakah pesan itu diterima dan dipahami sebagaimana yang dimaksud.  Atau manajer dapat meminta penerima untuk memberitahukan kembali pesannya dengan kata-katanya sendiri.  Jika manajer mendengar apa yang dimaksudkan, memahami dan akurasi harus ditingkatkan.  Umpan balik juga bisa lebih halus, dan komentar umum bisa memberikan manajer rasa reaksi penerima pesan. Umpan balik juga tidak harus verbal.  Jika manajer penjualan mengirimkan informasi melalui email tentang laporan penjualan bulanan baru yang harus diselesaikan oleh semua perwakilan penjualan dan beberapa dari mereka tidak menyerahkannya, manajer penjualan telah menerima umpan balik. Ini umpan balik menunjukkan bahwa manajer penjualan perlu mengklarifikasi komunikasi awal. Demikian pula, manajer dapat mencari isyarat nonverbal untuk mengetahui apakah seseorang mendapatkan pesan.

 

2.    Menyederhanakan Bahasa

Bahasa dapat menjadi penghalang, manajer harus pertimbangkan audiens yang menjadi tujuan pesan dan sesuaikan bahasanya dengan mereka. Ingat, komunikasi yang efektif tercapai ketika pesan diterima dan dipahami.  Misalnya, administrator rumah sakit harus selalu berusaha untuk berkomunikasi dengan istilah yang jelas dan mudah dipahami dan menggunakan bahasa yang disesuaikan dengan karyawan yang berbeda kelompok.  Seperti pesan kepada staf bedah yang harus sengaja berbeda dari yang digunakan dengan pegawai kantor. Jargon dapat memudahkan pemahaman jika digunakan dalam kelompok yang tahu apa artinya, tetapi dapat menyebabkan masalah ketika digunakan di luar kelompok itu.

 

3.    Mendengarkan secara Aktif

Ketika seseorang berbicara, kita mendengar, akan tetapi terkadang kita tidak mendengarkannya. Mendengarkan adalah pencarian makna secara aktif, sedangkan pendengaran adalah pasif.  Dalam mendengarkan, penerima juga berusaha dalam komunikasi. Banyak dari kita adalah pendengar yang buruk.  Mengapa? Karena itu sulit, dan kebanyakan dari kita akan lebih suka berbicara.  Mendengarkan, pada kenyataannya, seringkali lebih melelahkan daripada berbicara. Mendengarkan secara aktif, yaitu mendengarkan dengan penuh makna tanpa membuat penilaian atau interpretasi yang matang yang membuatnya menuntut akan konsentrasi secara total. Mendengarkan secara aktif membutuhkan usaha, akan tetapi dapat membantu membuat komunikasi menjadi lebih baik dan jauh lebih efektif.

 

4.    Membatasi Emosi

Naif untuk berasumsi bahwa manajer selalu berkomunikasi secara rasional.  Kita tahu bahwa emosi dapat mengaburkan dan mendistorsi komunikasi. kesenangan.  Seorang manajer yang kesal karena suatu masalah lebih cenderung salah mengartikan yang masuk pesan dan gagal mengomunikasikan pesan keluarnya dengan jelas dan akurat. Apa yang harus dilakukan?  Jawaban paling sederhana adalah dengan tenang dan mengendalikan emosi sebelum berkomunikasi.

 

5.    Memperhatikan Isyarat Non Verbal

Jika tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata, maka itu penting untuk memastikan tindakan itu selaras dan memperkuat kata-kata yang menyertainya. Seorang komunikator yang efektif memperhatikan isyarat nonverbalnya untuk memastikan memberikan pesan yang diinginkan.


Begitulah pentingnya mempelajari Hambatan Dalam Berkomunikasi Secara Efektif bagi seorang entrepreneur yang ingin memulai berbisnis agar bisnisnya dapat berjalan dengan efektif dan sesuai dengan yang diharapkan. Hal dasar ini dapat diaplikasikan untuk komunikasi dalam bisnis ataupun perusahaan yang telah kalian bangun menjadi efektif.

Sekian artikel Kamus Cendekia pada kesempatan kali ini, harapannya semoga bagi siapapun itu khususnya para Cendekiawan Muda yang ingin memulai berwirausaha dapat berjalan dan berhasil sukses sesuai dengan yang diharapkan.

 

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!! 😊

 

Berikan komentar dan pendapat kalian pada kolom di bawah ini. Terima kasih. 😉👇

 

 

Continue reading Hambatan Dalam Berkomunikasi Secara Efektif
, , , ,

Bagaimana Cara Membangun Citra Dan Reputasi Universitas?

Hallo Cendekiawan Muda! artikel kali ini berisi penjelasan terkait bagaimana cara membangun citra dan reputasi universitas dengan baik. Simak dengan baik, berikut penjelasannya.




Dalam dunia bisnis, branding atau merek akan membantu konsumen dalam memilih produk, walaupun produknya tidak jauh berbeda dengan produk lain tetapi produk tersebut berasal dari perusahaan dengan merek yang tinggi. Begitu juga dengan dunia kampus, mahasiswa akan lebih memilih universitas dengan brand image yang tinggi, dibandingkan universitas dengan brand image yang lebih rendah, meskipun program yang ditawarkan sama.

Branding dari London Business School, misalnya, dapat menarik biaya 5 kali lebih banyak daripada institusi lain dengan peringkat lebih rendah meskipun memiliki kurikulum serupa. Usia universitas di Eropa secara statistik dapat dikaitkan dengan keunggulan penelitian yang berarti bahwa daya tarik staf yang memiliki reputasi baik dipengaruhi oleh branding (merek) yang ditunjukkan oleh usia institusi dan gaya bangunan.

Perbedaan yang signifikan antara (perguruan tinggi dan perusahaan) terletak pada kegiatan dimana perusahaan mengarahkan kegiatannya untuk kepuasan pemegang saham dan memperoleh keuntungan, sedangkan perguruan tinggi tidak memiliki kegiatan yang jelas. Ambiguitas ini disebabkan oleh kenyataan bahwa perguruan tinggi sangat bergantung pada dana negara sehingga berbagai aspek kegiatannya harus sejalan dengan kebijakan pemerintah.

Perguruan tinggi seperti halnya perusahaan memiliki berbagai fakultas atau jurusan yang dapat dimanfaatkan untuk menarik pangsa pasar, sehingga pangsa pasar ini merupakan pesaing reputasi antar perguruan tinggi. Citra dan reputasi universitas tidak ditentukan oleh lokasi dan usia institusi, meskipun diakui dipengaruhi oleh keduanya, misalnya London School of Economics (LSE) tidak terletak di lokasi yang strategis di London dan gedungnya. Memang tidak menarik, tetapi jika dikaitkan dengan kinerja jangka panjang, ternyata LSE memiliki reputasi dan citra yang mengesankan dan didasarkan pada prestasi akademik dan kontribusi intelektual dalam bentuk ide-ide sosial dan politik.

Pertanyaannya adalah strategi apa yang harus dijalankan universitas untuk membangun citra dan reputasinya?

Pertama, humas seperti humas memainkan peran yang sangat penting dalam promosi universitas jika reputasi universitas adalah aset utama. Dibutuhkan strategi dan keterampilan manajemen dalam melakukan promosi yang dapat menggunakan TV, radio, surat kabar, website, dan media sosial.

Kedua, strategi lain yang dapat digunakan adalah melalui kegiatan open house dengan mengundang pelanggan beserta undangan ke media massa serta strategi lainnya melalui pembentukan opini yang dirancang untuk memperkuat dan memperluas citra akademik.

Ketiga, perguruan tinggi juga dapat memanfaatkan art center, theater, science park, conference center, sebagai upaya horizontal branding (merek) untuk secara kuat mengaitkan institusi dengan aspek non-akademik dalam rangka promosi.

Keempat, strategi lain terkait dengan penampilan luar universitas dengan meningkatkan citra visual universitas, sehingga universitas tidak terlihat kumuh.

Kelima, keberadaan “kampus menarik yang terawat” juga dapat dijadikan nilai jual yang penting bagi pelanggan eksternal, sehingga dapat memberikan keyakinan bahwa universitas dikelola dengan baik sehingga dapat menjadi kebanggaan pelanggan.

Keenam, kampus juga harus memiliki staf yang membantu, positif, dan ramah serta memiliki semangat dan prinsip pemasaran yang tinggi dengan sukses sehingga dapat menentukan bagaimana pelanggan memandang organisasi. (kampus = universitas)

Ketujuh, universitas tidak memiliki penjualan langsung seperti organisasi komersial, tetapi dengan cara yang sama universitas dapat melayani pelanggan baru dengan menunjukkan gedung fakultas, kantin, laboratorium mana, bagaimana area parkir dikelola, bagaimana menangani barang pelanggan yang hilang, dan sebagainya.

Perlu diingat, Universitas dengan reputasi dan citra eksternal yang kuat akan membawa manfaat internal yang signifikan. Upaya menghabiskan banyak uang untuk membangun reputasi atau citra merek tanpa substansi pendukung mungkin tidak efektif secara eksternal dalam jangka panjang dan akan menimbulkan skeptisisme dan kurangnya kepercayaan diri secara internal, tetapi universitas yang berhasil berinvestasi dalam membangun reputasi publik dapat memperkuat posisinya secara internal dan eksternal. (Skeptisisme adalah Sikap mempertanyakan atau mencurigai segala sesuatu karena adanya keyakinan bahwa segala sesuatu bersifat tidak pasti)

Begitulah pentingnya mempelajari Cara Membangun Citra Dan Reputasi Universitas bagi seorang mahasiswa maupun para pekerja di sana. Hal dasar ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari di universitas yang kalian tempati.

Sekian artikel Kamus Cendekia pada kesempatan kali ini, harapannya semoga bagi siapapun itu khususnya para Cendekiawan Muda dalam menjalankan apapun dapat berjalan dan berhasil sukses sesuai dengan yang diharapkan.


Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!! 😊



Berikan komentar dan pendapat kalian pada kolom di bawah ini. Terima kasih. 😉👇

Continue reading Bagaimana Cara Membangun Citra Dan Reputasi Universitas?
, , ,

Kegunaan Digital Marketing untuk Bisnis

Hallo Cendekiawan Muda! artikel kali ini berisi penjelasan terkait apa itu kegunaan digital marketing untuk bisnis yang telah Anda bangun. Simak dengan baik, berikut penjelasannya.



Pada era globalisasi ini, hampir setiap manusia yang ada di muka bumi tidak ada yang tidak menggunakan yang namanya teknologi. Oleh karena itu kita sebagai manusia harus men-challenge diri kita supaya kita tidak kalah dan tidak tertinggal oleh zaman. Dengan beralihnya pasar-pasar atau bisnis-bisnis offline menuju ke arah digital merupakan suatu terobosan baru agar suatu bisnis dapat berjalan dengan semestinya.

Sebelum mengetahui cara – cara penggunaan digital marketing, Anda terlebih dahulu harus mengetahui apa itu digital marketing.

Digital Marketing atau Pemasaran secara digital bisa didefinisikan sebagai semua upaya pemasaran menggunakan perangkat elektronik/internet dengan beragam taktik marketing dan media digital dimana Anda dapat berkomunikasi dengan calon konsumen yang menghabiskan waktu di online.

Ada beragam akses untuk para calon konsumen agar dapat melihat penawaran Anda, seperti Website, Blog, Media sosial (Instagram, Whatsapp, Line, dsb). 

Menurut Denny Santoso, Expert di Digital Marketing yang sudah puluhan tahun berbisnis di digital marketing mengatakan “Digital Marketing is a Strategy to Reach Massive Amount of People to Create Interest & Demand”

Kata kunci paling mendasar dari statement tersebut adalah :

·         Strategy > Tidak hanya membahas tentang teknis tapi juga bagaimana mengkombinasikan banyak hal di digital marketing untuk menaikan omset.

 

·         Reach Massive Amount of People > Kelebihan digital marketing dibandingkan offline marketing adalah bisa menjangkau banyak sekali orang dalam waktu cepat dan murah dibandingkan offline marketing.

 

·         Create Interest and Demand > Mengubah orang yang sebelumnya tidak ingin membeli menjadi ingin membeli produk Anda sehingga Anda bisa memperluas market.

 

Di dunia digital marketing Anda bisa membuat agar calon customer tertarik pada penawaran Anda. Anda bisa membuat iklan, email marketing, brosur online, dan masih banyak lagi.

 

Apakah Digital Marketing Bisa untuk Semua Bisnis ?

 

Digital marketing dapat digunakan untuk bisnis apa pun di industri apa pun. Terlepas dari apa yang dijual perusahaan Anda, digital marketing masih memerlukan persona customer (gambaran akan target penawaran customer Anda) untuk mengidentifikasi kebutuhan calon customer Anda, dan menciptakan konten online yang menarik dan membantu mereka. 

Sebelum membahas lebih lanjut tentang digital marketing, penting Anda memahami 2 jenis orang yang ada di digital yaitu Scroller dan Searcher.

 


The Scroller adalah orang yang sedang bersantai scrolling social media Facebook, Instagram atau Tiktok dan akhirnya menemukan iklan atau penawaran Anda.

The Searcher adalah orang yang sudah memiliki intensi terhadap sesuatu (informasi atau produk) dan mentiknya di mesin pencarian Google.

Memahami 2 tipe orang tersebut akan mempengaruhi strategi digital marketing untuk bisnis Anda, Karena setiap bisnis memiliki cara penerapan strategi pemasaran digital dengan cara yang berbeda-beda. Misalnya seperti penerapan digital marketing pada ragam bisnis dibawah ini :

 

B2B Digital Marketing (Bisnis ke Bisnis)

 

Jika perusahaan Anda melakukan sistem bisnis ke bisnis (B2B), sistem digital marketing akan berpusat pada mengumpulan data customer (lead generation)Oleh karena itu Anda memerlukan strategi pemasaran yang menarik agar menghasilkan customer yang berkualitas untuk sales-people (tenaga penjualan) Anda.

Selain itu strategi digital marketing untuk B2B yaitu untuk lebih meyakinkan konsumen untuk membeli produk Anda, Sebagai contohnya jika bisnis jasa memiliki akun Instagram. Pastinya Anda tidak bisa mengukur kesuksesan dari jumlah follower. 

Karena sudah di pastikan follower di Instagram jasa tidak akan sebanyak bisnis retail pada umumnya. Tapi follower yang jumlahnya sedikit itu adalah follower yang menjadi target market Anda

Di luar situs web Anda, Anda dapat memfokuskan upaya Anda pada media yang berfokus pada bisnis seperti LinkedIn, di mana mayoritas demografis customer Anda menghabiskan waktu mereka secara online.

Selain itu strategi untuk B2B juga bisa menggunakkan Google Advertising atau SEO karena mayoritas orang yang membutuhkan jasa akan mencari di Google.

 

B2C Digital Marketing (Bisnis ke Konsumen)

 

Jika perusahaan Anda adalah bisnis-ke-konsumen (B2C), tergantung pada harga produk Anda, kemungkinan tujuan dari upaya pemasaran digital Anda adalah untuk menarik orang ke situs web Anda atau ke marketplace untuk membuat mereka menjadi pelanggan tanpa perlu melalui perantara sales-people (tenaga penjualan).

Oleh karena itu, Anda mungkin tidak akan sepenuhnya berfokus pada pengumpulan data customer (leads), namun lebih fokus ke dalam membangun perjalanan pembeli (customer journey) dari saat seseorang masuk di situs web Anda, hingga saat mereka melakukan pembelian. Ini berarti fitur produk Anda lebih signifikan daripada bisnis B2B, dan Anda mungkin perlu menggunakan ajakan bertindak (Call to Action) yang lebih kuat.

Untuk perusahaan B2C, platform seperti Instagram dan Tiktok seringkali lebih efektif daripada platform lain. Selain itu jika Anda berjualan handphone, skin care dan Handphone meskipun sama – sama B2C, Tentunya cara berjualan nya berbeda karena tergantung customer journey yang dimiliki. 

  

Keuntungan Digital Marketing dibandingkan Offline Marketing.

 

Tidak seperti kebanyakan marketing offline (Toko), digital marketing memungkinkan marketer (pemasar) dapat melihat hasil yang akurat sesuai waktu Anda memasukan data.

Jika Anda pernah memasang iklan di surat kabar, Anda akan tahu betapa sulitnya memperkirakan berapa banyak orang yang benar-benar membeli penawaran dan memperhatikan iklan Anda. Dan yang pasti tidak ada cara yang pasti untuk mengetahui apakah iklan tersebut berhasil membuka peluang semua penjualan.


Dengan digital marketing, kamu bisa mengukur ROI (Return on Investment) 

Dari hampir semua aspek upaya pemasaran Anda. Yang dimaksud dengan ROI sendiri adalah ukuran/besaran yang digunakan untuk mengevaluasi efisiensi sebuah investasi dibandingkan dengan biaya dan modal awal yang dikeluarkan.

Jika orang bilang digital marketing tidak bisa langsung menghasilkan, mungkin mereka belum tau caranya. Karena sepengalaman kami, digital marketing bisa langsung dirasakan hasil keuntungannya jika menggunakkannya secara benar.

Berikut adalah beberapa contoh keuntungan dari Digital Marketing : 

 

Mengukur Traffic Website

Dengan digital marketing, Anda bisa melihat jumlah orang yang telah melihat halaman website Anda dalam sekian waktu dengan menggunakan software digital. Anda juga bisa melihat berapa banyak halaman yang mereka kunjungi, alat apa yang mereka gunakan, dan dimana mereka berasal, dan sebagainya.

Pengetahuan ini membantu Anda untuk mengutamakan jenis media marketing mana yang menghabiskan banyak waktu dan yang lebih efisien, berdasarkan jumlah orang yang menggunakan media tersebut untuk ke halaman situs Anda. Contohnya, jika hanya 10% dari audiens yang datang ke website Anda (traffic) yang datang dari pencarian organic (tanpa berbayar), Anda tau masalah itu membutuhkan waktu luang di SEO untuk meningkatkan persentase.

Dengan marketing (pemasaran) secara offline (toko), sulit untuk mengetahui berapa banyak orang yang tertarik dengan merek/brand Anda sebelum mereka berinteraksi dengan seorang penjual atau melakukan pembelian.

Dengan digital marketing, Anda bisa mengidentifikasi tren dan pola perilaku customer Anda sebelum mencapai tahap akhir dalam perjalanan pembelian mereka yaitu Checkout. Ini berarti Anda dapat membuat funnel yang tepat tentang bagaimana menarik mereka untuk ke halaman situs Anda dan membeli penawaran Anda.

 

Mengukur Performa Konten dan Mengumpulkan Leads

Pernahkah terpikirkan saat Anda membagikan selebaran brosur, bahwa setelah dibagikan Anda tidak tahu berapa banyak orang membuka brosur Anda atau berapa banyak orang yang tidak tertarik. 

Sekarang bayangkan Anda mempunyai brosur itu di halaman situs Anda sebagai gantinya. Anda bisa mengukur secara pasti berapa banyak orang yang melihat halaman dimana kamu mengupload brosur tersebut, dan Anda bisa mengumpulkan detail kontak siapa saja yang mengunduh. Alhasil, Anda tidak hanya dapat mengukur berapa banyak orang yang terlibat di konten Anda, tapi Anda juga bisa mengumpulkan data prospek customer yang berkualitas.

 

Teknik Digital Marketing

Digital marketers (pemasar digital) terbaik adalah yang memiliki gambaran jelas tentang bagaimana setiap kampanye digital marketing yang dia miliki mendukung tujuan penawarannya. Bergantung pada tujuan strategi pemasaran mereka, digital marketer dapat membuat kampanye yang lebih besar melalui media gratis ataupun berbayar yang dia miliki. 

Misalnya, seorang content marketer (pembuat konten) biasanya dapat membuat serangkaian postingan blog yang berfungsi untuk mengajak. Social media marketer (pengelola sosial media) berfungsi membantu mempromosikan postingan blog melalui pos berbayar dan organik (tidak berbayar) di akun media sosial. Tugas email marketer adalah membuat email campaign untuk dikirimkan kepada calon customer agar tertarik dengan penawaran yang ditawarkan.

Berikut ini ulasan singkat tentang beberapa taktik pemasaran digital yang cukup umum dan media yang terlibat dalam masing-masing pemasaran.

 

Search Engine Optimization (SEO)

 

Ini adalah proses mengoptimalkan situs web Anda untuk mendapat “peringkat” lebih tinggi di halaman hasil mesin pencari, sehingga meningkatkan jumlah traffic organik (atau tidak berbayar) yang diterima situs web Anda. Media FF yang bermanfaat dari SEO meliputi:

·                 Website

·                 Blogs

·                 Infografis

 

Search Engine Marketing (Google Ads atau Pay-Per-Klik (PPC)

 

PPC adalah metode untuk mengarahkan traffic ke web Anda dengan membayar setiap klik. PPC yang umum digunakan adalah Google AdWords, yang memungkinkan Anda membayar, dan mendapatkan slot teratas pada pencarian Google dengan harga “per klik”. Media lainnya yang bisa Anda gunakan untuk menjalankan PPC yaitu :

·                 Facebook Ads

·                 Tweet promosi Twitter

·                 Pesan Sponsor LinkedIn

 

Affiliate Marketing

 

Sebuah jenis iklan dimana Anda dapat mempromosikan penawaran atau layanan orang lain di situs web Anda. Ada beberapa aplikasi Affiliate Marketing yaitu:

 

·                 Hosting video ads dengan Youtube.

·                 Mengupload Link affiliate.

 

Email Marketing

 

Beberapa perusahaan menggunakan email marketing sebagai jembatan untuk berkomunikasi dengan customer. Email sering digunakan untuk mempromosikan konten, potongan harga dan sebuah acara. Serta mengarahkan calon customer untuk mengunjungi website Anda. Ada beberapa tipe email yang bisa Anda gunakan untuk melakukan campaign email marketing, yaitu:


·                 Pengikut bulletin blog

·                 Menindaklanjuti email pengunjung website yang mengunduh sesuatu

·                 Email sapaan untuk customer

·                 Promosi liburan untuk program pendapatan member

·                 Tips atau email yang serupa untuk pengasuhan konsumen

 

Konten Marketing

 

Istilah ini menunjukkan pembuatan dan promosi aset konten untuk tujuan menghasilkan brand awareness, pertumbuhan traffic, perolehan prospek, dan pelanggan. Media yang dapat digunakan untuk strategi konten pemasaran kamu termasuk:

·                 Postingan Blog

·                 Ebook dan Artikel

·                 Infografis

·                 Brosur Online

 

Teknik Konten Marketing

 

Jenis konten yang Anda buat tergantung pada kebutuhan audiens di tahapan yang berbeda dalam perjalanan pembeli. Anda harus memulai dari membuat customer persona, atau dalam arti lain profil target audiens Anda. (menggunakan template gratis ini, atau mencoba (makemypersona.com) untuk menemukan apa saja yang menjadi Goal/Keinginan dan Tantangan yang dihadapi target audiens Anda. Tujuan konten online Anda harus membantu memenuhi goal/keinginan mereka ini, dan mengatasi tantangan mereka.

Native Ads

Native Ads mengacu pada iklan utama berisikan konten yang ditampilkan pada platform media bersama konten non-berbayar lainnya. Salah satu Postingan yang disponsori BuzzFeed contoh yang bisa Anda ikuti, tetapi banyak juga orang yang menganggap iklan di media sosial diragukan “keasliannya”- iklan Facebook dan iklan Instagram, misalnya.

 

Strategi Digital Marketing

 

Kemudian, Anda juga perlu memikirkan kapan target audiens Anda siap untuk menerima konten yang Anda buat terkait dengan tahapan mereka di dalam perjalanan pembeli (customer journey) mereka. Ini yang biasanya disebut sebagai  pemetaan konten.

Dengan pemetaan konten, tujuannya adalah menargetkan konten sesuai dengan:

 

·         Karakteristik seseorang yang akan mengonsumsinya (disitulah customer persona datang)

·         Seberapa dekat orang itu untuk melakukan pembelian (posisi mereka di customer journey).

 

Berikut 3 tipe Market dan Asset apa saja yang dapat digunakan di setiap tahapan perjalanan pembeli mereka :

 

Awareness Stage (Cold Market)

 

Singkatnya, Cold market adalah orang yang belum mengenal penawaran yang Anda tawarkan. Anda bisa mengumpulkan cold market melalui aset:

 

1.   Posting blog.
Bagus untuk peningkatan organic traffic saat dipasangkan dengan SEO yang kuat dan kunci strategi.

2.   Infografis.

 

Karena sangat mudah dibagikan, maka infografis berfungsi meningkatkan peluang Anda melalui sosial media ketika orang lain berbagi konten Anda. (Insert contoh gambar infografis).

 

1.   Video pendek.
Sekali lagi, ini sangat mudah dibagikan dan dapat membantu merek/brand Anda dapat ditemukan oleh audiens baru dengan menguploadnya di platform seperti YouTube.

 

Warmer Market

 

Audiens yang belum mengenal Anda, namun mengenal orang-orang yang berhubungan dengan Anda.

 Anda bisa menarik warmer market ini melalui endorsement mengenai Anda dari orang-orang yang mereka kenal tersebut.

 

Tahapan Pertimbangan (Warm Market)

 

Warm Market adalah audiens yang sudah mengenal Anda (sudah masuk ke email list, subscriber Anda) namun belum membeli penawaran/offer Anda.

Anda bisa mengumpulkan warm market melalui aset:

 

1.   Ebooks Sangat bagus untuk menghasilkan prospek karena umumnya lebih komprehensif daripada posting blog atau infografis, yang berarti seseorang lebih mungkin bertukar informasi kontak mereka untuk menerimanya.

2.   Laporan penelitian. Ini adalah bagian konten bersifat data dan bernilai tinggi yang bagus untuk menghasilkan prospek. Laporan penelitian dan data baru untuk industri Anda juga dapat bekerja untuk Awareness stage, karena sering diambil oleh media atau pers industri.

3.   Webinar. Karena mereka adalah bentuk konten video yang lebih rinci dan interaktif, webinar adalah format konten tahap pertimbangan yang efektif karena mereka menawarkan konten yang lebih komprehensif daripada pos blog atau video pendek.

 

Tahap Keputusan (Hot Market)

 

Hot Market adalah audiens yang sudah mengenal Anda dan sudah membeli penawaran/offer Anda.

Anda bisa mengumpulkan hot market melalui aset:

 

1.   Studi kasus.
Memiliki studi kasus mendetail di situs web Anda dapat menjadi bentuk konten yang efektif bagi audiens di tahap warm yang siap untuk membuat keputusan pembelian, karena ini membantu mempengaruhi keputusan mereka secara positif.

2.   Testimonial.
Jika studi kasus tidak cocok untuk bisnis Anda, memiliki testimonial singkat di sekitar situs web Anda adalah alternatif yang baik. Untuk merek B2C, pikirkan testimonial sedikit lebih longgar. Contohnya jika Anda menjual fashion pakaian, testimonial dapat berupa foto bagaimana orang lain menata baju atau gaun yang mereka beli dari Anda dengan hashtag (tagar) bermerek brand Anda.

 

Modal untuk Digital Marketing


Jawabannya bergantung pada elemen apa dari digital marketing yang Anda inginkan untuk ditambahkan ke strategi Anda.

Jika Anda berfokus pada teknik seperti SEO, media sosial, dan pembuatan konten untuk situs web yang sudah ada sebelumnya, kabar baiknya adalah Anda tidak perlu banyak anggaran. Fokus utamanya adalah menciptakan konten berkualitas tinggi yang ingin dikonsumsi oleh audiens Anda, kecuali jikalau Anda berencana untuk menghemat waktu, satu-satunya investasi yang Anda butuhkan adalah waktu Anda.

Sebaliknya, seperti iklan online dan daftar email list, pasti ada beberapa biaya. Berapa biayanya tergantung pada jenis visibilitas yang ingin Anda terima sebagai hasil dari iklan.

Penting untuk diingat bahwa di dunia digital sangatlah luas jadi untuk mendapatkan banyak customer, Anda harus memulai dengan banyak ide pada konten marketing. Pastikan konten marketing berjalan dengan baik dengan, perhatikan juga kompetitor Anda apa saja yang mereka tampilkan pada ide konten. Dan jangan lupa untuk tepat berhubungan dengan calon costumer Anda melalui sosial media marketing karena keduanya saling berhubungan. Dapat dipastikan Anda akan berhasil membuat bisnis yang sukses dengan digital marketing.


Begitulah pentingnya mempelajari Kegunaan Digital Marketing untuk Bisnis bagi seorang entrepreneur yang ingin memulai berbisnis agar bisnisnya dapat berjalan dengan efektif dan sesuai dengan yang diharapkan. Hal dasar ini dapat diaplikasikan untuk pembuatan rencana bisnis yang akan kalian bangun. 

Sekian artikel Kamus Cendekia pada kesempatan kali ini, harapannya semoga bagi siapapun itu khususnya para Cendekiawan Muda yang ingin memulai berwirausaha dapat berjalan dan berhasil sukses sesuai dengan yang diharapkan.

 

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!! 😊

 

Berikan komentar dan pendapat kalian pada kolom di bawah ini. Terima kasih. 😉👇


Continue reading Kegunaan Digital Marketing untuk Bisnis